AirAsia Indonesia (CMPP) Angkut 5,91 Juta Penumpang pada 2025, Pendapatan Tembus Rp7,87 Triliun
CMPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,87 triliun pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.
IDXChannel – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,87 triliun pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Perseroan juga berhasil menurunkan kerugian sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut sejalan dengan penguatan operasional maskapai di tengah tantangan industri penerbangan, termasuk tekanan biaya operasional serta fluktuasi nilai tukar.
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia yang merupakan anak usaha AAID mengangkut sebanyak 5,91 juta penumpang dengan tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 83 persen di seluruh jaringan penerbangannya.
Pendapatan perusahaan masih didominasi oleh penjualan kursi yang mencapai Rp6,62 triliun. Sementara itu, pendapatan tambahan (ancillary revenue) seperti bagasi, layanan dalam penerbangan, kargo, charter, serta layanan tambahan lainnya menyumbang Rp1,25 triliun atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan 2024.
Kinerja operasional sepanjang tahun lalu turut dipengaruhi oleh penurunan kapasitas penerbangan yang bersifat sementara akibat jadwal perawatan pesawat. Program perawatan tersebut merupakan bagian dari standar keselamatan dan keandalan operasional maskapai, namun berdampak pada berkurangnya kapasitas kursi pada beberapa periode.
Di sisi lain, depresiasi dolar AS sebesar 3,8 persen juga memberikan tekanan terhadap biaya operasional yang sebagian besar berbasis mata uang asing. Meski demikian, perusahaan berhasil menekan biaya dengan menurunkan CASK (Cost per Available Seat Kilometre) sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan perseroan terus berfokus pada penguatan konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional.
“Sepanjang tahun 2025 kami fokus memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional. Upaya tersebut memungkinkan Indonesia AirAsia menurunkan kerugian di tengah tantangan industri penerbangan yang masih menghadapi tekanan biaya operasional,” ujar Captain Sadikin, yang dikutip pada Jumat (20/3/2026).
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringan penerbangan melalui pembukaan sejumlah rute strategis. Untuk rute internasional, maskapai membuka penerbangan Bali–Darwin, Bali–Adelaide, serta Surabaya–Don Mueang (Bangkok).
Sementara di rute domestik, perusahaan membuka penerbangan Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Tarakan, dan Balikpapan–Berau guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Memasuki 2026, Indonesia AirAsia kembali memperluas jaringan penerbangannya. Pada kuartal pertama 2026, maskapai membuka rute baru menuju Melbourne, Australia dan Da Nang, Vietnam yang dilayani melalui Bali.
“Penguatan peran Bali sebagai hub internasional diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia sekaligus memperluas konektivitas penerbangan menuju berbagai destinasi internasional,” kata Captain Sadikin.
Selain itu, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringan domestik yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Palu, Luwuk, dan Kendari pada awal 2026, dengan Makassar sebagai virtual hub untuk meningkatkan konektivitas di kawasan Indonesia Timur.
(Shifa Nurhaliza Putri)