MARKET NEWS

Aksi Jual Investor Asing Tembus Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026

Iqbal Dwi Purnama 24/10/2026 09:40 WIB

BEI mencatat aksi jual investor asing di pasar saham tembus Rp94,87 triliun sejak Januari hingga 23 Oktober 2026.

Aksi Jual Investor Asing Tembus Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual investor asing di pasar saham tembus Rp94,87 triliun sejak Januari hingga 23 Oktober 2026. Secara year to date (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tercatat koreksi 37,82 persen, berakhir ditutup di level 5.439. 

Aksi jual asing tercatat masih terus terjadi hingga penutupan pada perdagangan kemarin, Jumat (23/10/2026). Selama sepekan, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta.

Nilai tersebut lebih besar dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dengan demikian, tekanan jual bersih investor asing meningkat sekitar 109,2 persen secara mingguan dalam denominasi rupiah.

Di sisi lain, komposisi nilai perdagangan berdasarkan investor domestik dan asing relatif tidak berubah. Investor domestik menyumbang sekitar 60 persen dari nilai transaksi, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 40 persen.

Meski demikian, perdagangan pekan ini indeks mulai kembali mencatatkan penguatan jika dibandingkan pekan lalu. IHSG ditutup menguat 4,9 persen pada perdagangan Jumat (24/10/2026) ke level 5.439. 

Namun demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penguatan pada perdagangan pekan ini dibanding penutupan pekan sebelumnya. 

Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun. IHSG ditutup pada level 5.439 pada pekan ini atau naik 4,90 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 5.185. 

Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan. 

Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun, dibandingkan Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,72 juta kali transaksi.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE