Akuisisi Cycle & Carriage Jadi Katalis TPIA, Intip Target Teranyar
Rencana PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dinilai dapat memperkuat ketahanan kinerja.
IDXChannel - Rencana PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dinilai dapat memperkuat ketahanan kinerja perseroan sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis petrokimia.
Maybank Sekuritas Indonesia melihat langkah tersebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi Chandra Asri dan kemampuan perseroan melakukan akuisisi secara countercyclical. Akuisisi ini juga dinilai dapat meningkatkan nilai jangka panjang perseroan.
Chandra Asri menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage milik Jardine Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.
Melalui transaksi tersebut, emiten Grup Barito besutan taipan Prajogo Pangestu tersebut akan masuk lebih jauh ke rantai nilai sektor mobilitas. Langkah ini sekaligus melanjutkan ekspansi perseroan di Singapura, setelah sebelumnya mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso.
Menurut Maybank, kontribusi dari potensi akuisisi Cycle & Carriage dapat meningkatkan laba Chandra Asri sekitar 3-5 persen pada 2026-2027.
Selain menambah kontribusi terhadap laba, transaksi tersebut dinilai dapat membuat kinerja perseroan lebih resilien karena sumber pendapatan menjadi semakin terdiversifikasi.
Cycle & Carriage sendiri telah beroperasi di kawasan tersebut sejak 1899 dan mewakili sejumlah merek otomotif global di Singapura dan Malaysia. Di Singapura, bisnis tersebut antara lain mencakup Mercedes-Benz, Kia, dan Mitsubishi.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan akuisisi Cycle & Carriage merupakan salah satu tonggak penting dalam transformasi perseroan menjadi penyedia solusi energi dan kimia, infrastruktur, serta mobilitas di kawasan.
"Rencana akuisisi Cycle & Carriage akan menjadi tonggak penting lainnya dalam transformasi Chandra Asri Group menjadi penyedia solusi energi & kimia, infrastruktur, dan mobilitas terkemuka di kawasan," kata Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Chandra Asri menyatakan akan mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan dan produsen peralatan asli (OEM), manajemen, serta sumber daya manusia Cycle & Carriage.
Namun, transaksi tersebut masih bergantung pada persetujuan OEM dan pemenuhan sejumlah persyaratan lainnya.
Di luar potensi kontribusi akuisisi, Maybank juga melihat prospek kinerja jangka pendek Chandra Asri masih mendapatkan dukungan dari margin pengolahan minyak yang tinggi.
Kondisi tersebut berpotensi menopang laba perseroan di tengah siklus petrokimia yang masih menantang.
Dengan demikian, kombinasi ekspansi ke sektor mobilitas dan kondisi margin kilang yang mendukung menjadi katalis bagi kinerja TPIA.
Untuk sahamnya, Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk TPIA dengan target harga Rp2.600 per unit.
Pada perdagangan Senin (24/8/2026), saham TPIA berada di level Rp1.990 per unit, turun 1,97 persen secara harian. Artinya, target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan 30,65 persen dari posisi tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.