IDXChannel - Saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terkoreksi tajam hingga sekitar 83 persen dalam empat bulan terakhir.
Penurunan signifikan tersebut seiring rentetan sentimen yang menghampiri emiten pelayaran ini, mulai dari status kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC), pencoretan dari indeks MSCI Global Small Cap, hingga status Unusual Market Activity (UMA) yang dua kali dijatuhkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data historis, saham TCPI sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level Rp13.700 per unit pada perdagangan intraday 20 April 2026.
Pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026), saham TCPI berada di level Rp2.280 per unit, atau jatuh 83,36 persen dari level ATH tersebut.
Sepekan terakhir saja, TCPI tercatat sebagai saham dengan penurunan terbesar (top loser) di BEI, ambles 36,67 persen.