IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada Selasa (25/8/2026), sementara harga minyak melanjutkan penurunan setelah ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menerapkan "D-Day ekonomi" berupa sanksi terhadap Iran ternyata tidak menghasilkan langkah konkret seperti yang dikhawatirkan pasar.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun dari level tertinggi baru-baru ini setelah muncul laporan bahwa Departemen Keuangan AS berpotensi menggunakan saldo kasnya untuk membiayai peningkatan pembelian kembali obligasi.
Langkah tersebut dapat mengurangi kebutuhan pemerintah untuk menerbitkan tambahan surat utang berjangka pendek.
Di sektor teknologi, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu (26/8/2026).
Ekspektasi terhadap kinerja perusahaan chip tersebut sangat tinggi, sehingga investor menyadari tantangan Nvidia untuk kembali memenuhi target pasar.