Pada Senin (24/8), pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan negara-negara untuk mengurangi hubungan bisnis dengan Iran atau menghadapi sanksi sekunder.
Washington menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari "D-Day ekonomi". Namun, Departemen Keuangan AS pada akhirnya tidak langsung menjatuhkan sanksi kepada pihak mana pun.
Harga minyak merespons negatif pengumuman tersebut dan relatif stabil pada Selasa setelah sebelumnya anjlok lebih dari 2 persen dalam perdagangan Senin.
Harga minyak Brent turun 0,1 persen menjadi USD92,08 per barel. Sementara minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,1 persen menjadi USD85,09 per barel.
Ahli strategi Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso, mengatakan pihaknya tidak memperkirakan China, yang merupakan mitra dagang terbesar Iran, akan mengikuti tekanan AS untuk menghentikan perdagangan dengan Teheran.