IDXChannel - Wall Street mengawali pekan ini dengan kinerja yang beragam. Itu karena sentimen pasar tertekan oleh penurunan di sektor teknologi serta eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen dan ditutup pada level 7.652,53 poin pada Senin (24/8/2026). Sementara indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,8 persen dan berakhir di angka 25.980,19 poin. Di sisi lain, indeks blue-chip, Dow Jones Industrial Average, naik 0,3 persen dan menetap di level 53.416,99 poin.
Adapun penurunan saham teknologi terjadi karena saham industri memori dan semikonduktor—yang selama ini menjadi pendorong utama lonjakan tren investasi AI—termasuk di antara saham yang mengalami penurunan terbesar pada Senin, dipimpin oleh Seagate, Sandisk, Micron Technology, dan Western Digital. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) turun hampir 3 persen.
Penurunan ini terjadi setelah munculnya laporan selama akhir pekan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan yang dapat mengizinkan Apple untuk membeli cip DRAM dari perusahaan China, CXMT, dan memori flash NAND dari YMTC—sebuah langkah yang akan menjadi ancaman persaingan signifikan bagi pemasok memori yang berbasis di AS.
Sentimen pasar juga terbebani oleh pengumuman Samsung Electronics bahwa program pengembalian nilai bagi pemegang saham untuk tahun 2026 akan bernilai total antara 90 triliun hingga 110 triliun won Korea (USD65,06 miliar hingga USD79,52 miliar), angka yang berada di bawah ekspektasi investor. Saham Samsung yang tercatat di bursa Korea turun hampir 9 persen, sehingga turut menyeret turun indeks KOSPI secara keseluruhan.