IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada Jumat (21/8/2026), meskipun aksi jual di pasar obligasi kembali meningkat intensitasnya. Sentimen pasar terdorong oleh lonjakan di sektor material, kenaikan harga saham-saham terkait mata uang kripto, serta data positif mengenai aktivitas bisnis di AS.
Namun, saham-saham AS mencatat penurunan mingguan akibat tekanan dari lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) dan kenaikan harga minyak.
Indeks acuan S&P 500 naik 0,4 persen dan berakhir di level 7.674,39 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,4 persen ke posisi 26.180,46 poin, dan indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average naik 1 persen menjadi 53.276,81 poin.
Secara mingguan, S&P turun 1,4 persen, Nasdaq merosot 2,1 persen, dan Dow turun 0,9 persen.
Dinamika Naik-Turun Pasar Obligasi
Sebagian besar perhatian minggu ini tertuju pada pasar pendapatan tetap (fixed-income). Sebelum Rabu, obligasi Treasury AS berjangka panjang khususnya telah mengalami aksi jual—yang kira-kira dimulai sejak keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan Juli—akibat kekhawatiran inflasi karena naiknya harga minyak dan kekhawatiran mengenai besarnya utang yang diterbitkan perusahaan-perusahaan raksasa untuk mendanai belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI).