sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak

Market news editor Febrina Ratna Iskana
22/08/2026 07:06 WIB
Wall Street ditutup menguat pada Jumat (21/8/2026), meskipun aksi jual di pasar obligasi kembali meningkat intensitasnya.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto: Istimewa)
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto: Istimewa)

Sektor Material dan Kripto Mendorong Wall Street

Beralih dari pasar obligasi, Wall Street pada Jumat mendapat dorongan dari lonjakan sebesar 2,2 persen pada sektor material indeks S&P 500. Kenaikan ini didukung oleh harga tembaga yang mencetak rekor bulan ini akibat kombinasi berbagai faktor: kelangkaan pasokan, penurunan produksi tembaga olahan dari China, ketidakpastian terkait tarif AS atas impor tembaga, serta permintaan masif terhadap logam tersebut untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Kontrak berjangka tembaga di London Metal Exchange ditutup pada level USD14.036,50 per ton, sementara kontrak berjangka tembaga COMEX naik 1,8 persen menjadi USD6,5823 per pon.

Sentimen positif di pasar pada Jumat juga didorong oleh saham-saham terkait mata uang kripto; Robinhood Markets dan Coinbase masing-masing ditutup dengan kenaikan 13,7 persen dan 8,2 persen, serta menempati posisi tiga besar dalam hal persentase kenaikan pada indeks acuan S&P 500.

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya mencatat lonjakan permintaan yang signifikan minggu ini menyusul langkah intervensi Departemen Keuangan AS dan seruan Presiden Donald Trump kepada para pembuat kebijakan untuk mengesahkan regulasi yang jelas bagi industri tersebut.

Di sisi lain, agenda ekonomi pada Jumat diwarnai oleh rilis data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) dari S&P Global.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement