Pada Selasa, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun di angka 5,337 persen, sementara imbal hasil acuan tenor 10 tahun mencatat rekor tertinggi baru dalam 52 minggu di angka 4,748 persen.
Obligasi dengan tenor lebih pendek mencatatkan kinerja yang jauh lebih baik, terbantu oleh data ekonomi terkini yang mengurangi ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Kemudian, pada Rabu, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan nilai pembelian kembali (buyback) utang pemerintah berjangka panjang menjadi setidaknya USD4 miliar dari sebelumnya USD2 miliar.
Intervensi tak terduga ini memicu reli pada obligasi jangka panjang yang menyebabkan imbal hasilnya turun. Namun, sebagian besar kenaikan tersebut kembali terhapus pada Kamis dan Jumat, yang mengindikasikan bahwa para pelaku pasar memandang langkah tersebut hanya sebagai solusi jangka pendek. Kekhawatiran fiskal yang dipicu oleh berita bahwa utang AS telah melampaui angka USD40 triliun juga turut membayangi sentimen pasar.
Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun tercatat naik 3,6 basis poin menjadi 5,273 persen, sementara imbal hasil tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 4,733 persen.