IDXChannel – Investor global dihadapkan pada dua kemungkinan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) ketika risiko makroekonomi semakin meningkat.
Jika bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut kembali mengetatkan kebijakan secara agresif, dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi semakin kuat.
Sebaliknya, jika The Fed memilih mengendalikan imbal hasil obligasi melalui yield curve control (YCC), emas berpeluang menjadi aset yang lebih menarik.
Chief Strategist Officer Sucor Sekuritas Arief Putra mengatakan investor sebaiknya menyiapkan portofolio untuk menghadapi kedua skenario tersebut, alih-alih mencoba menebak jalur kebijakan yang akan dipilih The Fed.
Pandangan tersebut disampaikan Arief dalam riset Sucor Sekuritas bertajuk The Policy Fork - USD or Gold: The Fed faces two divergent paths pada 30 September 2026.