sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
04/10/2026 15:03 WIB
Wall Street pekan depan terancam oleh sejumlah tantangan; lonjakan imbal hasil obligasi dan ketergantungan pasar pada belanja besar-besaran di sektor AI.
Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV. (Foto Istimewa)
Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wall Street pekan depan terancam oleh sejumlah tantangan, termasuk lonjakan imbal hasil (yield) obligasi dan ketergantungan pasar yang tampak nyata pada belanja besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Reuters, Minggu (4/10/2026), memasuki kuartal keempat, pasar saham sudah berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kinerja tahunan yang solid. Hingga perdagangan Jumat, indeks acuan S&P 500 telah mencatat kenaikan hampir 13 persen sepanjang 2026 dan berada sekitar 1 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada pertengahan Agustus 2026.

Pasar menghadapi akhir 2026 yang sibuk, dengan dimulainya musim laporan laba perusahaan dan pertemuan krusial Federal Reserve dalam beberapa minggu mendatang, serta pemilihan umum sela pada 3 November yang akan menentukan kendali atas Kongres Amerika Serikat (AS).

"Periode ini memang cenderung kuat secara musiman, namun menurut saya tahun ini investor menghadapi sejumlah hambatan saat kita memasuki kuartal keempat," ujar Kepala Strategi Alokasi Aset Global Wells Fargo Investment Institute, Tracie McMillion.

Kenaikan Saham Cenderung Terjadi di Kuartal IV

Sejak 1945, S&P 500 mencatat kenaikan rata-rata sebesar 4,2 persen pada kuartal IV-2026, dengan indeks tersebut membukukan kenaikan dalam 85 persen kesempatan, menurut perusahaan riset CFRA. Persentase kenaikan rata-rata tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tiga kuartal lainnya.

Kuartal IV pada tahun pemilihan umum sela umumnya menunjukkan kinerja yang lebih kuat lagi, dengan kenaikan rata-rata sebesar 6,4 persen, karena saham mendapat keuntungan dari hilangnya ketidakpastian pemilu.

Meskipun kuartal IV cenderung menunjukkan kinerja yang kuat, secara historis tahun pemilihan paruh waktu (mid-term) umumnya mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan; sebuah tren yang sejauh ini berhasil dilawan oleh pasar saham pada 2026. Menurut McMillion dari Wells Fargo Institute, indeks S&P 500 secara historis mencatat penurunan rata-rata sebesar 15 persen pada tahun pemilihan paruh waktu, sementara penurunan terdalam tahun ini sejauh ini hanya mencapai 9 persen.

Lonjakan Imbal Hasil Obligasi dan Risalah The Fed Jadi Sorotan

Isu paling mendesak bagi investor saham adalah lonjakan imbal hasil (yield) obligasi. Pada Kamis, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun sebagai acuan pasar menyentuh angka 5,34 persen, level tertinggi dalam 24 tahun terakhir. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement