sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
04/10/2026 15:03 WIB
Wall Street pekan depan terancam oleh sejumlah tantangan; lonjakan imbal hasil obligasi dan ketergantungan pasar pada belanja besar-besaran di sektor AI.
Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV. (Foto Istimewa)
Wall Street Pekan Depan: Laporan Laba Akan Uji Reli Saham AS di Kuartal IV. (Foto Istimewa)

Imbal hasil telah melonjak akibat ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, kenaikan biaya energi yang memicu inflasi, serta meningkatnya persaingan memperebutkan modal seiring langkah perusahaan menerbitkan utang untuk mendanai ekspansi kecerdasan buatan (AI).

Investor menilai tingkat imbal hasil yang lebih tinggi kemungkinan sudah menghambat laju kenaikan pasar. Kondisi ini dapat menciptakan persaingan investasi bagi saham dan menekan valuasi pasar saham, sekaligus menyebabkan biaya pinjaman menjadi lebih mahal di seluruh sektor ekonomi.

Faktor lain yang memengaruhi pergerakan imbal hasil adalah rencana kebijakan moneter The Fed. Bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga bulan lalu; untuk pertama kalinya dalam tiga tahun—sebagai upaya meredam inflasi yang berada di atas target. 

Risalah rapat tersebut akan dirilis pada Rabu dan dapat memberikan petunjuk bagi Wall Street mengenai prospek suku bunga The Fed, termasuk kemungkinan kenaikan lanjutan pada Oktober atau Desember. Menyusul data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat, pasar tetap bertaruh bahwa The Fed kemungkinan akan menunda kenaikan suku bunga kedua secara berturut-turut dalam rapatnya akhir bulan ini.

Prediksi Pertumbuhan Laba dan Belanja AI Jadi Sorotan

PepsiCo dan Delta Air Lines termasuk di antara segelintir perusahaan besar yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III pekan depan, sebelum bank-bank besar memulai musim pelaporan secara lebih luas pada pekan berikutnya.

Tahun ini, laba perusahaan telah melampaui proyeksi yang sudah tinggi, sehingga mendorong reli pasar saham. Namun, hal ini juga meningkatkan standar kinerja luar biasa yang dapat menjadi ujian bagi pasar.

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat kenaikan laba lebih dari 30 persen pada kuartal ketiga dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data LSEG IBES.

Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah perkembangan terkait belanja besar-besaran oleh perusahaan hyperscaler AI untuk membangun infrastruktur, yang telah mendongkrak laba banyak perusahaan.

"Kinerja pasar saham AS sangat berkorelasi dengan tema AI," ujar Kepala Divisi Ekuitas AllianceBernstein, Nelson Yu.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement