sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak

Market news editor Febrina Ratna Iskana
22/08/2026 07:06 WIB
Wall Street ditutup menguat pada Jumat (21/8/2026), meskipun aksi jual di pasar obligasi kembali meningkat intensitasnya.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto: Istimewa)
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Aksi Jual Obligasi dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan aktivitas bisnis AS meningkat ke angka 56,0 pada Agustus, melampaui estimasi sebesar 54,0 dan naik dari angka 54,5 pada Juli. Angka ini mencerminkan laju pertumbuhan tercepat sejak April 2022. Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja kuat aktivitas bisnis di sektor jasa, yang mencapai laju tercepatnya sejak Desember 2024. Namun, pertumbuhan sektor manufaktur justru menyentuh level terendah dalam lima bulan.

"Terlepas dari volatilitas pasar obligasi, kami memandang situasi ini sebagai lingkungan yang bullish bagi saham. Pasar ekuitas terus naik karena kinerja laba dan kondisi ekonomi fundamental sedang kuat—pandangan yang juga diperkuat oleh data PMI yang solid hari ini. Harga tembaga yang mencetak rekor dan kenaikan Bitcoin sekitar 20 persen merupakan sinyal bahwa modal sedang beralih ke aset riil (hard assets) dan aset berisiko yang cenderung berkinerja baik di tengah lingkungan suku bunga tinggi," ujar Hulick.

Lebih lanjut, dia mengatakan imbal hasil jangka panjang yang lebih tinggi memang menaikkan standar bagi aset berdurasi panjang seperti saham pertumbuhan (growth stocks), sekaligus meningkatkan risiko yang melekat pada neraca keuangan dengan tingkat utang tinggi.

“Kami tetap lebih memilih sektor material, energi, dan industri dibandingkan sektor-sektor yang paling sensitif terhadap suku bunga. Bagi pasar saham, kinerja laba tetap menjadi faktor kunci, bukan suku bunga ataupun intervensi Departemen Keuangan," tambahnya.

Harga Minyak Mingguan Naik Hampir 5 Persen

Beralih ke Timur Tengah, situasi antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz masih menemui jalan buntu. Pada Kamis, Trump berjanji akan meningkatkan eskalasi perang ekonomi terhadap Iran dan meminta sekutu AS untuk membantu mewujudkan apa yang ia sebut sebagai "D-Day ekonomi" bagi Teheran.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement