Pada Senin, Presiden Donald Trump meningkatkan retorika kerasnya terhadap Kanada; ia menyatakan bahwa negara tersebut telah "memanfaatkan" AS secara tidak adil selama bertahun-tahun, yang mengakibatkan defisit sebesar USD60 miliar.
"Pada 1 Januari 2027, tarif untuk semua mobil, truk (baik besar maupun kecil), suku cadang otomotif, dan baja akan dinaikkan menjadi 50 persen. Jika diproduksi di AS, maka tarifnya NOL. Kanada tidak akan lagi diperlakukan layaknya sebuah negara bagian! Baik dalam hal perdagangan maupun aspek lainnya, mereka termasuk salah satu negara yang paling sulit diajak bekerja sama di dunia," ujar pemimpin AS tersebut melalui platform Truth Social miliknya.
Akibat ketegangan hubungan kedua negara, nilai tukar dolar Kanada melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan mata uang USD/CAD tercatat naik 0,6 persen pada perdagangan terakhir.
Selain penurunan saham teknologi dan ketegangan hubungan dagang AS-Kanada, pasar pendapatan tetap (fixed-income) masih menjadi sorotan setelah langkah intervensi tak terduga oleh Departemen Keuangan AS pekan lalu—yang bertujuan meredam aksi jual obligasi—mendominasi pemberitaan.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi penting pada Rabu dan pidato utama Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, di konferensi tahunan Jackson Hole pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga.