MARKET NEWS

Alasan INET Akan Fokus Kerja Sama Layanan IP Transit Bersama Group WIFI

Dhera Arizona Pratiwi 11/04/2026 15:15 WIB

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menambah kegiatan usaha perseroan yakni KBLI 46523 Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.

Alasan INET Akan Fokus Kerja Sama Layanan IP Transit Bersama Group WIFI. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menambah kegiatan usaha perseroan yakni KBLI 46523 Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.

Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut dilakukan seiring dengan telah dilakukannya penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit.

Kerja sama tersebut meliputi Fiber to the Home (FTTH) hingga Fixed Wireless Access (FWA) dari sebelumnya hanya dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) ke induk usahanya yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA) yang masih berada di bawah naungan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Mengutip laporan ringkas studi kelayakan yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (11/4/2026), rencana tersebut dilakukan karena berdasarkan dari kajian kelayakan pasar, pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 80,66 persen atau setara dengan 229,4 juta jiwa pada 2025 merupakan sinyal positif bagi perseroan dalam menjalankan usaha perdagangan besar peralatan telekomunikasi.

Tren pergeseran preferensi masyarakat dari mobile data ke WiFi rumah (Fixed Broadband) yang melonjak signifikan menjadi 28,43 persen membuka peluang besar bagi penjualan perangkat Fiber to the Home (FTTH) seperti OLT, ONT, router, dan switch.

Dominasi Pulau Jawa dengan tingkat penetrasi 84,69 persen menjadi pasar awal yang matang, namun kesenjangan akses di wilayah luar Jawa menunjukkan adanya ruang pertumbuhan jangka panjang bagi operator dan internet service provider (ISP) yang menjadi target pelanggan utama perseroan.

Dengan menyediakan perangkat berkualitas serta dukungan teknis dan layanan purna jual (value-added services), perseroan dapat mengoptimalkan pendapatan baik dari margin distribusi maupun loyalitas pelanggan di tengah masifnya adopsi teknologi digital nasional.

Potensi pasar bagi perseroan sangat terbuka lebar mengingat layanan Fixed Broadband Internet menjadi produk unggulan ISP dengan porsi dominan sebesar 78 persen, yang secara langsung meningkatkan permintaan akan perangkat infrastruktur jaringan tetap.

Keberadaan 300 perusahaan ISP yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, merupakan basis pelanggan potensial yang membutuhkan suplai perangkat telekomunikasi secara berkelanjutan.

Selain itu, adanya layanan alternatif seperti Satellite Broadband (6,33 persen) dan Fixed Wireless Access (4,34 persen) memberikan peluang bagi perseroan untuk memasarkan perangkat CPE guna mendukung konektivitas di wilayah pedesaan dan area terpencil. 

Strategi diversifikasi target pasar yang mencakup operator, instansi pemerintah untuk program digitalisasi, hingga sektor korporasi dan properti, akan memperkuat posisi perseroan dalam menghadapi tantangan infrastruktur nasional sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan yang berkelanjutan.

Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, perseroan menargetkan beberapa segmen pasar utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP) sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH) dan Customer Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang membutuhkan integrasi perangkat CPE. 

Selain itu, perseroan juga menyasar instansi pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan kawasan industri.

Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, perseroan diproyeksikan akan mencatatkan tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp4,66 miliar pada 2026, Rp9,23 miliar pada 2027, Rp11,67 miliar pada 2028, Rp14,60 miliar pada 2029, dan terus naik hingga Rp15,72 miliar pada 2030.

Maka dari itu, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 Mei 2026 untuk meminta persetujuan investor terkait hal tersebut.

Perlu diketahui, kegiatan usaha utama INET saat ini berupa internet service provider (ISP) dan kegiatan usaha penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.

Sebagai informasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengonfirmasi adanya novasi atau pembaruan skema kontrak kerja sama, mengacu laporan keuangan tahun buku 2025. Penyesuaian ini melibatkan pengalihan fokus kerja sama ke PT JIA yang merupakan entitas induk dari PT IJE. JIA merupakan pemegang kendali atas lini bisnis FTTH (melalui IJE) dan lini bisnis FWA melalui entitas usaha lain seperti Telemedia.

"Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA," ujar Sekretaris Perusahaan INET Arki Rifazka, Selasa (31/3/2026).

(Dhera Arizona)

SHARE