IDXChannel - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan langkah strategis dengan melakukan penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit. Langkah ini menandai pergeseran kolaborasi dari level entitas anak ke level entitas induk guna mencakup pasar yang lebih luas.
Kerja sama tersebut meliputi Fiber to the Home (FTTH) hingga Fixed Wireless Access (FWA) dari sebelumnya hanya dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) ke induk usahanya yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA) yang masih berada di bawah naungan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Emiten penyedia jasa infrastruktur konektivitas ini mengonfirmasi adanya novasi atau pembaruan skema kontrak kerja sama, mengacu laporan keuangan tahun buku 2025. Penyesuaian ini melibatkan pengalihan fokus kerja sama ke PT JIA yang merupakan entitas induk dari PT IJE. JIA merupakan pemegang kendali atas lini bisnis FTTH (melalui IJE) dan lini bisnis FWA melalui entitas usaha lain seperti Telemedia.
"Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA," ujar Sekretaris Perusahaan INET, Arki Rifazka, Selasa (31/3/2026).
Sebagai bagian dari restrukturisasi kontrak tersebut, INET melakukan beberapa langkah administratif. Pada 2 Januari 2026, INET dan IJE sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur kabel fiber optik tahun 2025. Sehubungan dengan ini, INET telah menerima kembali seluruh uang jaminan sebesar Rp61 miliar pada 6 Januari 2026.