Anabatic (ATIC) Tunjuk Eks Dirut Garuda Jadi Presiden Komisaris, Gantikan Ignasius Jonan
PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) resmi menunjuk Irfan Setiaputra untuk menjadi Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen perseroan.
IDXChannel - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) resmi menunjuk Irfan Setiaputra untuk menjadi Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen perseroan, menggantikan Ignasius Jonan. Irfan merupakan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) periode 2020-2024.
Penetapan Irfan dalam jajaran Dewan Komisaris Anabatic dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Graha Anabatic, Kamis (7/5/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur kepemimpinan seiring dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang sekaligus mendukung arah pertumbuhan jangka panjang.
Dalam rapat tersebut, Irfan diperkenalkan sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Anabatic yang baru. Dia memiliki pengalaman di maskapai nasional yang selama ini berkutat pada industri yang kompleks dan high regulated. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif strategis bagi perseroan dalam menghadapi industri teknologi yang dinamis.
"Penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada dalam posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan," kata Presiden Direktur Anabatic, Harry Surjanto Hambali dalam keterangan resmi.
"Dengan struktur yang diperkuat dan posisi keuangan yang semakin solid, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan,” imbuhnya.
Selain Irfan, perseroan juga menetapkan Prasetio sebagai Komisaris Independen Anabatic serta Victor Budi Tanuadji selaku Komisaris. Perseroan juga menerima pengunduran diri Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi dari posisi direktur, serta memperkenalkan Jonathan Budi Tanuadji sebagai direktur yang baru.
Sejalan dengan penguatan kepemimpinan, Anabatic juga terus mendorong strategi pertumbuhan yang berfokus pada pengembangan dan diversifikasi portofolio produk serta layanan bernilai tambah. Fokus utama diarahkan pada solusi transformasi digital seperti Data Modernization dan AI Digital Contact Center untuk memperluas penerapan di berbagai sektor industri.
Pada segmen Cloud & Digital Platform Partner (CDPP), perseroan menambahkan 26 produk baru sepanjang 2025 serta meluncurkan dua produk berbasis Intellectual Property (IP) sendiri. Sementara itu, pada segmen Digital Enriched Outsourcing Services (DEOS), integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan.
Langkah ini didukung oleh prospek industri TIK nasional yang terus bertumbuh, dengan nilai pasar diperkirakan mencapai sekitar USD46 miliar pada 2025 dan proyeksi pertumbuhan CAGR sebesar 8–10 persen hingga 2030. Anabatic juga terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui penyempurnaan standar layanan, peningkatan responsivitas, serta pemanfaatan teknologi terkini guna menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten dan berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)