MARKET NEWS

Armada Berjaya Trans (JAYA) Raup Pendapatan Rp97,28 Miliar, Naik 82 Persen

Shifa Nurhaliza Putri 03/11/2026 14:46 WIB

Realisasi tersebut meningkat sekitar 82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,38 miliar.

Armada Berjaya Trans (JAYA) Raup Pendapatan Rp97,28 Miliar, Naik 82 Persen (Foto: llustrasi)

IDXChannel - PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) membukukan pendapatan sebesar Rp97,28 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Realisasi tersebut meningkat sekitar 82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,38 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh segmen jasa angkutan darat yang mencapai Rp91,79 miliar, naik sekitar 90 persen dibandingkan Rp48,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan dari jasa sewa meningkat sekitar 19 persen menjadi Rp5,30 miliar. Adapun penjualan real estat berupa rumah justru turun menjadi Rp185 juta dari sebelumnya Rp555 juta.

Dari sisi pelanggan, kontribusi pendapatan JAYA masih terkonsentrasi pada sejumlah pihak. PT Nusantara Ekspres Kilat menjadi pelanggan terbesar dengan kontribusi Rp33,50 miliar atau sekitar 34,3 persen dari total pendapatan.

Selanjutnya, PT Global Optimus Prime Logistik menyumbang pendapatan sebesar Rp11,54 miliar atau sekitar 11,8 persen. Dengan demikian, kontribusi kedua pelanggan tersebut mencapai sekitar 46,1 persen dari total pendapatan perseroan. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika pelanggan dengan kontribusi di atas 10 persen menyumbang sekitar 66,8 persen pendapatan.

Seiring peningkatan aktivitas usaha, beban pokok pendapatan perseroan naik sekitar 54 persen menjadi Rp48,30 miliar dari Rp31,31 miliar. Namun, kenaikan tersebut masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sehingga laba kotor meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp48,98 miliar dari Rp22,07 miliar.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi meningkat sekitar 62 persen menjadi Rp27,62 miliar dari Rp17,08 miliar. Beban bunga juga naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp11,31 miliar dibandingkan Rp3,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, laba sebelum beban pajak tercatat sebesar Rp11,29 miliar, meningkat dari Rp3,57 miliar. Sementara itu, laba bersih periode berjalan mencapai Rp10,70 miliar, dibandingkan Rp3,57 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp13,40 dari sebelumnya Rp4,47.

Dari sisi neraca, total aset JAYA per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp517,94 miliar, naik sekitar 37 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp378,16 miliar. Kenaikan tersebut antara lain terlihat pada aset tetap bersih yang meningkat menjadi Rp369,89 miliar dari Rp251,95 miliar.

Sejalan dengan peningkatan aset, total liabilitas perseroan naik sekitar 51 persen menjadi Rp382,96 miliar dari Rp253,88 miliar pada akhir 2025. Kenaikan terbesar berasal dari liabilitas sewa pembiayaan yang mencapai sekitar Rp143,56 miliar, dibandingkan sekitar Rp26,60 miliar sebelumnya.

Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp134,99 miliar per 30 September 2026, meningkat dari Rp124,29 miliar pada akhir 2025.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE