MARKET NEWS

ASSA Tambah Kegiatan Usaha Berbasis Teknologi, Siapkan Investasi Rp5,12 Miliar

Shifa Nurhaliza Putri 14/06/2026 12:00 WIB

ASSA mengalokasikan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan peralatan kantor, pengembangan perangkat lunak, hingga modal kerja

ASSA Tambah Kegiatan Usaha Berbasis Teknologi, Siapkan Investasi Rp5,12 Miliar. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berencana menambah kegiatan usaha baru berbasis teknologi informasi melalui pengembangan Transportation Management System (TMS) Integrated Solution. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat fleksibilitas layanan logistik perseroan.

Pengembangan TMS akan dibiayai sepenuhnya menggunakan dana internal perseroan. ASSA mengalokasikan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan peralatan kantor, pengembangan perangkat lunak, kebutuhan perizinan, serta modal kerja awal.

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026.

"Rencana penambahan ini (kegiatan usaha) akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 17 Juni 2026," tulis manajemen ASSA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (12/6).

Penambahan kegiatan usaha tersebut mencakup sejumlah klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), yakni KBLI 62199 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya, KBLI 58290 Penerbitan Perangkat Lunak Lainnya, KBLI 61105 Jasa Sistem Komunikasi Data, serta KBLI 62204 Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (IoT).

ASSA menilai tantangan industri transportasi dan logistik saat ini tidak lagi sebatas ketersediaan armada, melainkan kemampuan mengelola informasi operasional secara terintegrasi. Melalui TMS, perusahaan dapat mengoptimalkan perencanaan rute, pemantauan pengiriman, pengendalian service level agreement (SLA), hingga rekonsiliasi biaya transportasi dalam satu sistem.

Sistem tersebut juga akan dilengkapi layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan Control Tower yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta penanganan insiden secara proaktif.

Selain itu, integrasi teknologi IoT akan dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas operasional, mulai dari pelacakan GPS, pemantauan suhu dan kelembapan, hingga analisis perilaku pengemudi.

ASSA menargetkan peluncuran komersial TMS pada Agustus 2026. Saat ini, sistem masih berada dalam tahap uji coba internal dengan sejumlah modul utama, antara lain Order Management, Shipment Management, Monitoring, Customer Billing, Freight Settlement, serta Dashboard & Report.

Berdasarkan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR), rencana penambahan kegiatan usaha tersebut dinilai layak secara bisnis.

Melalui ekspansi ke bisnis teknologi logistik ini, perseroan berharap dapat menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring income) yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya di industri logistik berbasis teknologi.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE