MARKET NEWS

Astra (ASII) Siapkan 3 Strategi Kelola Bisnis Non-Inti

Tangguh Yudha 24/09/2026 16:36 WIB

Strategi tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan, kesesuaian dengan ekosistem Astra, serta kebutuhan penguatan kapabilitas masing-masing bisnis.

Astra (ASII) Siapkan 3 Strategi Kelola Bisnis Non-Inti (Foto: dok ASII)

IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan tiga strategi dalam mengelola bisnis non-inti yang masuk dalam kelompok wider businesses, yakni investasi, kemitraan, dan capital allocation atau realokasi modal.

Head of Corporate Investor Relations Astra, Tira Ardianti mengatakan, strategi tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan, kesesuaian dengan ekosistem Astra, serta kebutuhan penguatan kapabilitas masing-masing bisnis.

"Pendekatan kami terhadap wider businesses ini adalah kami akan melakukan pendekatan tiga hal, satu invest, kedua partner, yang ketiga capital allocation," ujar Tira dalam acara Astra Media Day, Rabu (23/9/2026).

Menurut Tira, investasi akan diarahkan pada bisnis yang memiliki kesesuaian strategis (strategic fit) dengan ekosistem Astra dan masih dinilai dapat memberikan nilai bagi perseroan.

Sementara itu, Astra membuka peluang kemitraan untuk bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan dan membutuhkan penguatan kapabilitas untuk mengembangkan usahanya.

"Kemudian untuk bisnis-bisnis yang kita rasa akan bisa terus bertumbuh ke depannya, ada potensi pertumbuhan yang baik dan kita perlukan untuk memperkuat kapabilitasnya, kita bisa berpartner," katanya.

Untuk bisnis yang dinilai tidak memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik, Astra mempertimbangkan realokasi modal sebagai salah satu opsi.

"Dan suatu bisnis kami lihat tidak ada potensi pertumbuhan yang lebih baik, menurut kami realokasi modal bisa menjadi salah satu (pilihan)," tutur Tira.

Dia menambahkan, Astra kini memiliki pendekatan yang lebih terarah dalam mengalokasikan modal, termasuk dalam mengevaluasi bisnis-bisnis yang berada di bawah wider businesses.

"Pada intinya, semua pendekatan yang dilakukan itu adalah bisnis yang lebih berkualitas dan mengoptimalkan alokasi modal kami untuk memperkuat kapabilitas," tuturnya.

Di sisi lain, Astra tetap mempertahankan fokus pada tiga bisnis utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta mining solutions and equipment. Ketiga segmen tersebut berkontribusi sekitar 90 persen terhadap pendapatan konsolidasi Astra.

"Pada tiga bisnis ini kami masih melihat banyak peluang pertumbuhan ke depan, dan kami akan terus memperkuatnya, akan terus mempertahankan fokus strategi kita kepada tiga bisnis ini, sambil kemudian kami sudah memilih platform yang lebih jelas juga terhadap wider businesses," ujarnya.

Pada sektor otomotif, Astra akan mengoptimalkan ekosistem yang telah dibangun selama puluhan tahun, mulai dari manufaktur, distribusi, penjualan ritel, pembiayaan, asuransi, layanan purnajual hingga kendaraan bekas.

Sementara pada sektor jasa keuangan, Astra memiliki bisnis pembiayaan konsumen, pembiayaan alat berat, layanan digital, fintech, asuransi umum, hingga asuransi jiwa. Bisnis tersebut didukung basis pelanggan yang luas, jaringan pembiayaan nasional, serta kemampuan analisis kredit dan penagihan.

Adapun pada bisnis heavy equipment and mining solutions, Astra mengandalkan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang memiliki rantai bisnis terintegrasi, mulai dari distribusi alat berat, kontraktor pertambangan, hingga kepemilikan tambang, termasuk komoditas emas dan nikel.

(DESI ANGRIANI)

SHARE