IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) menghadapi dinamika yang cukup menantang pada semester I-2026. Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada semester pertama 2026 tercatat sebesar Rp157,9 triliun atau turun 3 persen dibanding tahun lalu. Laba bersih tercatat Rp14,9 triliun, turun 7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Astra International, Rudy, menjelaskan penurunan tersebut disebabkan kinerja bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat. Sepanjang semester satu, laba dari segmen bisnis tersebut mengalami penurunan sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun, di satu sisi segmen bisnis lainnya masih mencetak kinerja yang positif. Seperti segmen automotif yang tumbuh 9 persen, financial services tumbuh 6 persen, dan bisnis lainnya tumbuh 31 persen.
"Penurunan itu karena ada penurunan (kinerja) bisnis pertambangan dan solusi alat berat. Memang di kuartal pertama ada suspensi untuk tambang Martabe dan saat itu juga ada (penurunan) kuota produksi batu bara," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Bisnis Mining Solutions & Heavy Equipment milik Grup mencatatkan laba bersih (tidak termasuk pos non-berulang) sebesar Rp2,7 triliun, turun 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.