Bakrie & Brothers (BNBR) Siap Gelar RUPSLB Akhir Februari 2026, Minta Restu Rights Issue
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Februari 2026.
IDXChannel - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Februari 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka meminta persetujuan dari pemegang saham soal rights issue.
"Dengan ini kami sampaikan pengumuman RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Februari 2026," kata Corporate Secretary BNBR, Christofer A. Uktolseja melalui keterbukaan informasi, Senin (19/1/2026).
Restu pemegang saham menjadi salah satu syarat pelaksanaan rights issue. Setelah persetujuan didapat, perseroan akan menyampaikan pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BNBR berencana menambah modal untuk mengakuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku pengelola jalan tol Cimanggis-Cibitung. Rights issue ini dilakukan untuk mengoptimalisasi struktur pendanaan terkait akuisisi CCT seklaigus mendukung modal kerja dan pengembangan usaha BNBR dan CCT.
Dalam aksi korporasi ini, BNBR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E yang diambil dari saham portepel. Saat ini, jumlah saham beredar BNBR sebanyak 173,42 miliar, sehingga berpotensi dilusi 33,33 persen jika pemegang saham tak menebus rights miliknya. Adapun harga pelaksanaan atas rights akan diumumkan lebih lanjut.
Sebagai informasi, BNBR melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) saat ini menguasai 10 persen saham CCT. Perseroan berencana mengakuisisi seluruh saham CCT dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (55 persen) dan PT Waskita Toll Road (WTR) (35 persen) dengan nilai transaksi Rp3,56 triliun.
Saham BNBR ditutup anjlok 9,4 persen ke Rp212 pada perdagangan Senin (19/1/2026). Meski begitu, harga saham Bakrie Group tersebut melesat lebih dari 450 persen dalam setahun terakhir.
(Rahmat Fiansyah)