MARKET NEWS

Batal Exit, Happy Hapsoro Masih Jadi Pemegang Saham Minna Padi (PADI) Sebesar 4,67 Persen

Taufan Sukma Abdi Putra 09/05/2026 14:17 WIB

langkah pemegang saham untuk mempertahankan kepemilikannya atas saham PADI merupakan hal yang sangat wajar dan bisa dipahami.

Batal Exit, Happy Hapsoro Masih Jadi Pemegang Saham Minna Padi (PADI) Sebesar 4,67 Persen (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Setelah banyak dispekulasikan bakal sepenuhnya hengkang dari daftar pemegang saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), data menunjukkan bahwa salah satu taipan nasional, Happy Hapsoro, justru masih berada dalam jajaran investor bagi emiten sekuritas tersebut.

Data tersebut merujuk pada daftar kepemilikan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk per akhir Maret 2026 lalu, di mana muncul nama PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) yang menggenggam 4,67 persen saham PADI.

Sementara, PT SBM sendiri diketahui merupakan salah satu entitas bisnis di bawah kepemilikan Happy Hapsoro. Dengan demikian, data ini sekaligus membantah spekulasi bahwa suami dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, tersebut telah melepas seluruh kepemilikannya atas saham PADI.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, pun mengaku tidak dapat berkomentar lebih jauh, karena bukan merupakan ranah manajemen, melainkan wilayah pemegang saham (shareholder) Perseroan.

Namun demikian, Djoko menilai bahwa secara general, langkah pemegang saham untuk mempertahankan kepemilikannya atas saham PADI merupakan hal yang sangat wajar dan bisa dipahami.

"Sangat rasional dan bisa dipahami, karena seperti kita tahu, kami baru saja sukses turnaround (pembalikan arah) dari sebelumnya masih rugi, kini telah berhasil membukukan keuntungan," ujar Djoko, dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Hasil kinerja tersebut, menurut Djoko, bisa diklaim sebagai satu capaian yang sangat impresif dan di luar perkiraan pasar. Sehingga, wajar bila kemudian shareholder merasa puas dan kemudian memilih hold (mempertahankan kepemilikan), karena prospek bisnis PADI ke depan diyakini cukup menjanjikan.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan terbarunya, PADI memang tercatat berhasil membalikkan posisi dari posisi 2024 lalu masih menanggung rugi bersih Rp13,79 miliar, lalu pada 2025 lalu sukses meraup laba bersih sebesar Rp1,81 miliar. 
"Rentang pemulihan (bottom line) ini mencatatkan lonjakan yang meroket hingga lebih dari 113 persen. Perbaikan fundamental yang drastis ini mengindikasikan bahwa mesin operasional PADI telah kembali efisien dan perseroan tak lagi sekadar 'cangkang' sekuritas saja, melainkan aset finansial yang sangat bernilai dan berkinerja positif," ujar Djoko.

Di lain pihak, masih betahnya Happy Hapsoro untuk bertahan sebagai pemegang saham PADI ini, oleh sebagian pelaku pasar dikaitkan dengan rencana Perseroan yang bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), atau rights issue, dengan nilai penerbitan saham baru diperkirakan mencapai Rp113,07 miliar.

Dengan telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya dalam sejumlah kesempatan pada beberapa waktu lalu, namun kemudian masih tetap menyisakan porsi di bawah lima persen, dinilai sebagai sinyal kesiapan Happy Hapsoro untuk tampil sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas rights issue yang bakal diterbitkan.

Terkait spekulasi tersebut, Djoko lagi-lagi enggan berkomentar lebih banyak, namun hanya menegaskan bahwa opsi menahan sebagian kepemilikan seperti yang dilakukan Happy Hapsoro merupakan pilihan yang sangat bisa dipahami.

"Karena keberhasilan kami dalam mencatatkan laba bersih ini tentu menjadi tolok ukur obyektif bahwa strategi restrukturisasi dan fokus pada penguatan operasional yang kami lakukan selama setahun terakhir telah berada di jalur yang tepat," ujar Djoko Joelijanto. 

Djoko meyakini bahwa strategi penguatan basis keuangan ini akan menjadi fondasi kokoh bagi PADI untuk menyerap dana rights issue yang akan dialokasikan penuh untuk memperkuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dan ekspansi operasional.

(taufan sukma)

SHARE