MARKET NEWS

Begini Prediksi Analis Terhadap Kinerja Bisnis PGN

Kunthi Fahmar Sandy 24/02/2026 07:35 WIB

Kinerja bisnis diproyeksi semakin solid, seiring dengan strategi perseroan untuk fokus memperkuat lini bisnis midstream dan downstream.

Begini Prediksi Analis Terhadap Kinerja Bisnis PGN (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Fundamental bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada tahun 2026 diproyeksi semakin solid, seiring dengan strategi perseroan untuk fokus memperkuat lini bisnis midstream dan downstream. 

Analis RHB Sekuritas, Arandi Pradana, dalam riset terbarunya menyatakan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN pada tahun 2025 berhasil menjaga stabilitas volume niaga dan transmisi, meskipun menghadapi tantangan penurunan alami (natural decline) dari sumur-sumur gas pipa konvensional. 

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari inisiatif perusahaan dengan kode saham PGAS ini dalam mengamankan pasokan gas nasional melalui integrasi infrastruktur pipa dan Liquefied Natural Gas (LNG) yang dinilai menjadi kunci ketahanan (resilience) bisnis di tengah dinamika transisi energi. 

Terciptanya jaminan pasokan (Security of Supply) kepada seluruh sektor pelanggan tersebut menciptakan optimisme atas bisnis PGN pada 2026. 

”Kami memproyeksikan volume distribusi gas PGN akan tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi 875 BBTUD pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan industri yang stabil serta penambahan pelanggan baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Arandi dalam risetnya Selasa (24/2/2026).

Strategi PGN dalam mengamankan kargo LNG sebagai substitusi atas penurunan pasokan gas pipa, khususnya dari Blok Corridor, menurutnya merupakan langkah taktis. 

Dalam catatannya, PGN menargetkan penyaluran sekitar 22 kargo LNG pada tahun 2026, yang akan menyumbang sekitar 20 persen dari total volume distribusi.

"Yang menarik adalah tingkat kepastian pasokannya. Dari target 22 kargo tersebut, sebanyak 14 kargo atau mayoritasnya sudah berhasil diamankan (secured) kontraknya sejak awal. Ini memberikan visibilitas yang jelas terhadap kemampuan PGN memenuhi kebutuhan pelanggan," katanya.

Selain distribusi, Arandi juga optimistis terhadap segmen transmisi gas PGN yang diproyeksikan tumbuh 4 persen YoY mencapai 1,6 bscfpd, didukung oleh peningkatan volume trading dan pengaliran gas yang lebih terintegrasi antar-wilayah. 

RHB Sekuritas menyematkan rekomendasi NETRAL terhadap saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.100, mencerminkan valuasi yang wajar dengan potensi yield dividen sekitar 6 persen.

Analis Ajaib Sekuritas Rizal Rafly, menilai bahwa PGN berhasil membuktikan relevansinya sebagai tulang punggung transisi energi nasional. 

Dalam riset bertajuk "Staying Relevant", Rizal mencatatkan posisi PGN sebagai operator dominan transmisi dan distribusi gas di Indonesia memberikan keunggulan kompetitif yang sulit digoyahkan.

"Gas bumi tetap menjadi bahan bakar transisi yang kritikal di tengah percepatan energi terbarukan. Dengan pasokan domestik yang mengetat, peran LNG menjadi semakin vital, diperkirakan naik menjadi 18-20 persen dari bauran pasokan PGN pada 2026," kata Rizal.

Dia menilai PGN memiliki ketahanan margin yang cukup baik melalui mekanisme pencampuran gas (blending) antara gas pipa dan LNG. Hal ini memungkinkan PGN menjaga harga jual rata-rata (ASP) yang kompetitif bagi industri sekaligus mempertahankan profitabilitas perusahaan.

"Kinerja laba PGN bersifat defensif. Meskipun ada tantangan biaya dari porsi LNG yang lebih besar, volume transmisi dan trading yang tumbuh sebesar 4 persen akan menjadi penyeimbang. Kami melihat adanya upside valuasi yang didukung oleh peningkatan keamanan pasokan dan arus kas yang stabil," tutur Rizal.

Ajaib Sekuritas memberikan rekomendasi BUY (Beli) untuk saham PGAS dengan target harga yang lebih optimis di level Rp2.500. Target ini didasarkan pada keyakinan bahwa PGN mampu mengelola transisi pasokan ini tanpa mengorbankan margin secara signifikan.

Berkaitan dengan fokus PGN di Midstream dan Downstream sesuai arahan Danantara, kedua analis sepakat bahwa kekuatan utama PGN saat ini terletak pada penguasaan infrastruktur midstream (pipa transmisi, FSRU, terminal regasifikasi) dan kapabilitas downstream (jaringan gas kota dan industri). 

Dengan fokus pada segmen ini, PGN dinilai mampu memitigasi risiko volatilitas sektor hulu. Pengembangan infrastruktur gas bumi yang terus dilakukan PGN juga menjadikan perannya semakin strategis dalam menjamin ketersediaan energi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE