MARKET NEWS

BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik bagi Investor

Rohman Wibowo 11/07/2026 19:39 WIB

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia untuk jangka panjang.

BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik bagi Investor.

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia untuk jangka panjang. Keyakinan ini didasari oleh kombinasi fundamental ekonomi nasional yang resilien, kinerja emiten yang solid, serta reformasi transparansi yang konsisten dijalankan oleh regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menuturkan bahwa langkah perbaikan tata kelola bertujuan membangun kredibilitas pasar yang lebih tinggi guna menarik minat investasi domestik maupun global. Pasar modal dinilai akan tetap menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di masa depan.

“Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Sabtu (11/7/2026).

Optimisme bursa didukung oleh lonjakan partisipasi investor domestik yang mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID) per 30 Juni 2026. Data KSEI menunjukkan pertumbuhan signifikan pada investor saham dan surat berharga lainnya yang mencapai 9,9 juta SID, meningkat 15,1 persen dari akhir 2025. 

Saat ini, investor domestik menguasai 61 persen porsi kepemilikan saham dan berkontribusi sebesar 65,5 persen terhadap total nilai perdagangan harian di BEI.

Untuk menjaga kepercayaan pasar, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan dukungan OJK terus mempercepat reformasi transparansi sepanjang tahun 2026. Kebijakan yang telah diterapkan meliputi publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan persyaratan free float minimum menjadi 15 persen, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Seturut itu, fondasi ekonomi Indonesia yang dinilai kuat turut menjadi motor penggerak pertumbuhan, dengan pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen. Ditambah dengan status negara yang bergerak di sektor manufaktur dengan dukungan sumber daya alam, Indonesia dianggap menempati posisi penting dalam rantai pasok global serta peran aktif di forum internasional seperti G20, BRICS, dan ASEAN.

Jeffrey menambahkan bahwa seluruh indikator makroekonomi maupun capaian bursa saat ini menunjukkan posisi ekosistem pasar modal yang kian progresif.

"Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja Perusahaan Tercatat yang tetap resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang makin kokoh," urai Jeffrey. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE