BREN-DSSA Keluar, Ini Deretan Saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencoret enam saham Indonesia dari Global Standard Index.
IDXChannel - Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencoret enam saham Indonesia dari Global Standard Index. Keputusan tersebut membuat konstituen saham Indonesia tersisa sebelas saham.
Dalam pengumuman MSCI, Selasa (12/5/2026), keenam saham yang keluar dari indeks yakni PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Penyesuaian tersebut berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Saham AMRT mengalami penurunan kelas (downgrade) ke MSCI Small Cap Index. Sementara AMMN, CUAN, dan TPIA langsung keluar tanpa downgrade imbas isu free float. Khusus BREN dan DSSA dicoret sepenuhnya karena isu konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi oleh pemegang saham tertentu (high shareholding concentration/HSC).
Meski begitu, Indonesia masih memiliki sejumlah konstituen dalam MSCI Global Standard Index. Saham Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) masih aman karena tak masuk HSC dan memenuhi ketentuan minimal free float.
Dalam lembar fakta sebelum review Mei 2026, terdapat 17 saham Indonesia yang masuk dalam MSCI Global Standar Index. Saham-saham perbankan mendominasi bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.
Saham PT Bank Central Indonesia Tbk (BBCA) memiliki bobot terhadap MSCI Indonesia Index sebesar 22,14 persen, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 13,91 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 11,18 persen. Sementara sisanya memiliki bobot di bawah 10 persen.
Berikut 11 saham Indonesia yang menjadi konstituen MSCI Global Standard Index:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
5. PT Astra International Tbk (ASII)
6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
7. PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
8. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS)
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
10. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
11. PT United Tractors Tbk (UNTR)
(Rahmat Fiansyah)