BUMI Targetkan Pendapatan Batu Bara Maksimal 50 Persen pada 2031
BUMI tengah melakukan transformasi bisnis jangka panjang dengan menargetkan komposisi pendapatan dari batu bara dan non-batu bara dapat seimbang pada 2031.
IDXChannel - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah melakukan transformasi bisnis jangka panjang dengan menargetkan komposisi pendapatan dari batu bara dan non-batu bara dapat seimbang pada 2031. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha di tengah dinamika industri energi global.
Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnodewi mengatakan, saat ini batu bara termal masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Namun ke depan, perusahaan akan mulai menggeser fokus bisnis secara bertahap dengan masuk ke sektor logam dan mineral serta mengembangkan hilirisasi.
"Dan ke depannya kita akan masuk untuk long term-nya itu kita akan 50-50 between thermal coal (batu bara termal), thermal coal production termasuk downstreaming, ini kan salah satu produknya thermal coal juga ya ke metal dan mineral dengan timeline targetnya adalah di 2031 ini kita hit 50-50 dari thermal coal dan non-thermal coal," ujarnya dalam acara Investor Gathering 2026 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, BUMI telah melakukan ekspansi ke sektor mineral melalui akuisisi sejumlah aset tambang di Australia. Dua aset yang telah diakuisisi adalah Wolfram dan Jubilee. Yudicia menjelaskan, Wolfram akan memproduksi konsentrat tembaga, sedangkan Jubilee akan menghasilkan emas.
"Untuk mencapai ini, inisiasi yang sudah dilakukan oleh manajemen kami adalah kami telah mengakuisisi aset di Australia yang sudah menyelesaikan akuisisinya adalah Wolfram dan Jubilee," kata Yudicia.
Dia menyebut saat ini BUMI telah menguasai 100 persen kepemilikan saham Wolfram dan 64,98 persen saham Jubilee Metals pada 2025. Kedua aset itu berada di bawah entitas Bumi Resources Australia yang akan berfungsi sebagai holding untuk pengelolaan aset perusahaan di Australia.
Selain itu, BUMI juga masih memiliki kepemilikan sebesar 20,09 persen di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebagai bagian dari portofolio bisnis mineral perusahaan. Menurut Yudicia, langkah ekspansi ini merupakan bagian dari tonggak strategis perusahaan dalam memperluas sumber pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara.
(Rahmat Fiansyah)