MARKET NEWS

Bursa Asia Beragam di Tengah Ketidakpastian Tarif AS, KOSPI Cetak Rekor Baru

TIM RISET IDX CHANNEL 23/02/2026 08:56 WIB

Bursa saham Asia diperdagangkan bervariasi pada Senin (23/2/2026) pagi seiring investor menanti kejelasan terkait tarif Amerika Serikat (AS).

Bursa Asia Beragam di Tengah Ketidakpastian Tarif AS, KOSPI Cetak Rekor Baru. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia diperdagangkan bervariasi pada Senin (23/2/2026) pagi seiring investor menanti kejelasan terkait tarif Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, pasar menanti laporan kinerja Nvidia pekan ini yang akan menjadi penentu arah sentimen terhadap tema kecerdasan buatan (AI).

Indeks Kospi Korea Selatan menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, melonjak 1,7 persen ke rekor tertinggi baru. STI Singapura naik 0,23 persen.

Berbeda, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,46 persen, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya. Investor Negeri Kanguru tersebut cenderung berhati-hati di tengah kembali munculnya ketidakpastian tarif AS.

Di sisi lain, bursa China dan Jepang tutup karena libur.

Kebingungan kian mencuat setelah Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan tarif darurat yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Tak lama berselang, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk seluruh negara, sebelum kembali menaikkannya menjadi 15 persen, yang disebut-sebut bahkan mengejutkan sebagian pejabat di lingkarannya sendiri.

“Lanskap tarif kini lebih tidak pasti dibanding sebelumnya. Ketidakpastian bukan kabar baik bagi perekonomian maupun pasar mana pun,” ujar Senior FX Strategist di NAB, Rodrigo Catril, dikutip dari Reuters.

Catril menambahkan, “Kecuali akal sehat berlaku, kita bisa memasuki proses berulang di mana tarif baru diumumkan, lalu berpotensi dibatalkan, hanya untuk kemudian tarif baru kembali diumumkan, dan siklus itu terulang lagi.”

Belum jelas kapan tarif tersebut akan diberlakukan, komoditas atau negara mana yang akan dikecualikan, serta apakah seluruh negara benar-benar akan dikenakan tarif 15 persen.

Sejumlah negara seperti Inggris dan Australia sebelumnya dikenakan tarif 10 persen, sementara banyak negara di Asia menghadapi tarif yang lebih tinggi.

Di tengah ketidakpastian itu, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,5 persen dalam perdagangan yang relatif sepi.

Kontrak berjangka (futures) S&P 500 turun 0,3 persen dan Nasdaq melemah 0,4 persen menjelang laporan keuangan Nvidia, yang berpotensi mengguncang pasar mengingat raksasa teknologi tersebut menyumbang hampir 8 persen dari indeks S&P 500. (Aldo Fernado)

SHARE