MARKET NEWS

Bursa Asia Dibuka Anjlok usai AS-Iran Kembali Saling Serang

Dhera Arizona Pratiwi 08/05/2026 09:52 WIB

Bursa Asia-Pasifik dibuka anjlok, tersengat sentimen perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang kembali memanas, membuat investor cemas.

Bursa Asia Dibuka Anjlok usai AS-Iran Kembali Saling Serang. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bursa Asia-Pasifik dibuka anjlok, tersengat sentimen perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang kembali memanas, membuat investor cemas.

Dilansir dari CNBC, Jumat (8/5/2026), indeks Kospi Korea Selatan turun 0,67 persen, sementara indeks Kosdaq naik 0,62 persen. Kemudian, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,36 persen di tengah aksi ambil untung setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis.

Indeks S&P/ASX 200 Australia memperpanjang kerugian awal dengan penurunan 1,44 persen.

Indeks CSI300 China diperdagangkan 0,60 persen lebih rendah, sementara indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,82 persen.

Pasar saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah imbas meningkatnya kekhawatiran atas permusuhan yang kembali terjadi antara Iran dan AS di tengah kesepakatan gencatan senjata yang tak kunjung terlaksana.

AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz, dengan masing-masing pihak mengklaim pihak lain yang memulai serangan.

Meskipun terjadi eskalasi, Presiden AS Donald Trump bersikeras gencatan senjata tetap berlaku. Menurutnya, serangan itu hanya serangan kecil.

Namun, Trump menegaskan kembali bahwa Iran akan menghadapi serangan lebih lanjut jika mereka tidak menyetujui kesepakatan nuklir.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka,” ujar Trump.

Harga minyak berjangka memangkas kenaikan awal. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka untuk Juni naik 1,07 persen menjadi USD95,82 per barel pada pukul 21.32 ET. Harga minyak mentah Brent berjangka untuk Juli naik 1,38 persen menjadi USD101,44 per barel.

(Dhera Arizona)

SHARE