MARKET NEWS

Bursa Asia Kompak Rebound, KOSPI Korsel Melesat 11 Persen

TIM RISET IDX CHANNEL 05/03/2026 08:42 WIB

Bursa saham Asia kompak bangkit pada Kamis (5/4/2026)), dipimpin lonjakan tajam pasar Korea Selatan setelah dihantam aksi jual besar-besaran belakangan ini.

Bursa Asia Kompak Rebound, KOSPI Korsel Melesat 11 Persen. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia kompak bangkit pada Kamis (5/4/2026), dipimpin lonjakan tajam pasar Korea Selatan setelah dihantam aksi jual besar-besaran beberapa hari terakhir.

Indeks KOSPI Composite Korea Selatan (Korsel) melonjak 11 persen ke atas level 5.600 pada Kamis pagi, setelah sebelumnya anjlok hampir 20 persen dalam tiga hari perdagangan terakhir, seiring saham semikonduktor dan teknologi bangkit dari aksi jual bersejarah.

Bursa Korea kembali mengaktifkan mekanisme sidecar pada indeks acuan, menghentikan sementara perdagangan program selama lima menit di tengah volatilitas tinggi.

Saham domestik Negeri Ginseng juga mengikuti reli sektor teknologi di Wall Street semalam, ditopang stabilnya harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi, meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut tanpa tanda-tanda deeskalasi yang jelas.

Agar pemulihan aset berisiko berlanjut, investor diperkirakan memerlukan kejelasan lebih lanjut mengenai durasi konflik dan dampaknya terhadap pertumbuhan serta dinamika harga.

Mengutip Trading Economics, dua raksasa chip, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing melonjak lebih dari 14 persen dan 15 persen.

Kenaikan tajam juga dibukukan Hanmi Semiconductor (21 persen), Woori Technology (27 persen), serta Hyundai Motor Company (15 persen).

Sementara itu, pasar saham Jepang juga naik tajam pada Kamis setelah investor mencari titik balik usai tiga hari pelemahan akibat konflik di Timur Tengah.

Indeks Nikkei 225 naik 3,9 persen, sedangkan indeks Topix menguat 3,7 persen pagi ini.

Sebelumnya, Nikkei sempat turun ke level terendah satu bulan pada Rabu sebagai bagian dari aksi jual lebih luas di Asia.

Investor melepas aset berisiko di tengah konflik Timur Tengah sekaligus merealisasikan keuntungan setelah indeks menyentuh rekor tertinggi. Secara total, indeks acuan Negeri Sakura tersebut merosot 7,8 persen dalam tiga sesi hingga Rabu.

Selain Korsel dan Jepang, Shanghai Composite juga naik 0,50 persen, Hang Seng Hong Kong tumbuh 1,30 persen, ASX 200 Australia naik 0,37 persen, dan STI Singapura mendaki 0,74 persen.

Di Wall Street, indeks saham kembali menguat pada Rabu setelah laporan menyebut Iran membuka peluang dialog dan Presiden AS Donald Trump berjanji menjaga stabilitas pasar minyak, meredakan kecemasan investor atas konflik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen ke 48.739,41. S&P 500 bertambah 0,78 persen ke 6.869,50, sementara Nasdaq Composite melesat 1,29 persen ke 22.807,48.

Laporan The New York Times menyebut aparat intelijen Iran secara tidak langsung menghubungi CIA sehari setelah serangan terjadi.

Namun pejabat AS masih meragukan kesiapan kedua pihak untuk melakukan deeskalasi dalam waktu dekat.

Pengumuman Trump mengenai pengawalan angkatan laut AS bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz serta skema asuransi risiko politik turut memberi kelegaan pasar.

Investor kembali memborong saham teknologi yang sempat terkoreksi tajam pada Februari. Nvidia naik 2,3 persen, Amazon.com bertambah 3,7 persen, dan Applied Digital melonjak 9,3 persen.

Chief Executive Officer Richard Bernstein Advisors, Richard Bernstein, mengatakan prospek perang yang memicu tambahan inflasi menjadi salah satu alasan utama volatilitas pasar ke depan. (Aldo Fernando)

SHARE