MARKET NEWS

Bursa Asia Menguat, Konflik Iran dan Musim Laporan Keuangan Jadi Fokus

TIM RISET IDX CHANNEL 27/07/2026 09:19 WIB

Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bursa Asia Menguat, Konflik Iran dan Musim Laporan Keuangan Jadi Fokus. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara serangan terhadap Iran.

Penurunan tajam harga minyak turut menopang sentimen pasar, meski investor masih berhati-hati menjelang gelombang laporan keuangan emiten besar dan keputusan suku bunga bank sentral pekan ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif antara zona hijau dan merah sebelum akhirnya menguat tipis 0,08 persen pada Senin pagi pukul 09.10 WIB. Sementara itu, indeks Topix naik 0,78 persen.

Sentimen positif datang setelah AS menghentikan kampanye serangan udara terhadap Iran yang berlangsung hampir dua pekan.

Seorang pejabat senior Iran juga mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan menghentikan serangan selama Washington melakukan hal yang sama. Prospek deeskalasi konflik tersebut membuat harga minyak dunia anjlok lebih dari 5 persen.

Ekonom Senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak menjadi faktor yang mendukung pasar saham Jepang.

Selain itu, aksi pembelian kembali saham (buyback) diperkirakan turut menopang sejumlah saham yang sebelumnya mengalami koreksi.

Meski demikian, Miyajima menilai pelaku pasar masih enggan mengambil posisi agresif menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat (AS).

Investor juga akan mencermati belanja modal serta prospek monetisasi investasi kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Di Jepang sendiri, perhatian pasar tertuju pada laporan keuangan produsen peralatan pengujian chip Advantest yang dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul produsen chip memori Kioxia pada Jumat.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan bergerak lebih lemah. Indeks Kospi turun lebih dari 1 persen ke kisaran 6.620, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya seiring berlanjutnya tekanan pada saham-saham teknologi.

Penurunan tersebut mengikuti aksi jual di Wall Street, di mana investor memilih bersikap hati-hati menjelang laporan keuangan emiten teknologi utama AS serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah suku bunga dan belanja AI.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks, di antaranya Samsung Electronics turun 0,7 persen, SK Hynix melemah 1,4 persen, SK Square merosot 4,9 persen, Hyundai Motor turun 1,1 persen, dan Hanwha Aerospace anjlok 7,7 persen.

Di sisi lain, sentimen global mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak.

Pasar Korea Selatan juga memperoleh dukungan dari serangkaian kerja sama AI antara perusahaan lokal dengan raksasa teknologi global, termasuk kesepakatan pasokan semikonduktor jangka panjang yang melibatkan SK Group dan Nvidia, serta investasi Nvidia di Naver.

Di kawasan lainnya, mayoritas bursa Asia bergerak menguat.

Indeks Shanghai Composite China naik 0,57 persen, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,33 persen, dan ASX 200 Australia menguat 1,04 persen. Sebaliknya, Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi tipis 0,11 persen. (Aldo Fernando)

SHARE