Bursa Asia Reli, KOSPI Korea Selatan Kembali Sentuh Rekor Baru
Bursa saham Asia menguat signifikan pada Kamis (19/2/2026), mengikuti kenaikan Wall Street semalam.
IDXChannel – Bursa saham Asia menguat signifikan pada Kamis (19/2/2026), mengikuti kenaikan Wall Street semalam.
Indeks Nikkei 225 menguat 0,70 persen ke atas 57.500, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,75 persen, melanjutkan kenaikan sesi sebelumnya.
Penguatan terjadi setelah kekhawatiran terkait potensi disrupsi berbasis kecerdasan buatan (AI) mereda dan investor mengesampingkan sinyal hawkish dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Pelaku pasar juga mulai memandang koreksi terbaru pada saham perangkat lunak sebagai peluang beli, dengan para stock picker menilai emiten yang berpotensi menjadi pemenang maupun yang tersisih dalam tema AI.
Selain itu, saham Jepang mendapat dukungan dari pelemahan tajam yen, yang memperbaiki prospek laba sektor-sektor berorientasi ekspor.
Indeks Kospi Korea Selatan mencetak rekor tertinggi baru pagi ini, melonjak 2,40 persen. Ke 5.639.
Lebih lanjut, ASX 200 Australia mendaki 1,06 persen dan STI Singapura naik 0,84 persen.
Sementara itu, pasar Hong Kong dan China daratan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Indeks saham AS alias Wall Street reli, bursa Eropa menorehkan rekor penutupan tertinggi, dan harga minyak mentah rebound pada Rabu, seiring investor mencermati risalah rapat kebijakan terbaru The Fed serta menilai perkembangan geopolitik.
Ketiga indeks utama AS memangkas sebagian kenaikan pada perdagangan sore, namun tetap ditutup di zona hijau.
Harga emas juga bangkit setelah perundingan damai Ukraina berakhir tanpa resolusi yang jelas.
Laporan bahwa Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde berencana mengakhiri masa jabatannya lebih awal menekan euro dan menguatkan dolar.
“(Lagarde) selama ini menjadi suara yang menenangkan, dan kehadirannya memberikan kepemimpinan yang solid,” ujar Kepala Strategi Pasar Carson Group di Omaha, Ryan Detrick, dikutip Reuters.
Ia menambahkan, “Rumor bahwa ia mungkin pergi lebih cepat sedikit mengguncang pasar valuta asing.”
Di sisi geopolitik, setelah negosiasi damai berakhir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia menunda kemajuan menuju kesepakatan.
Penutupan sementara sebagian Selat Hormuz oleh Iran, jalur penting pasokan minyak global, turut menambah kekhawatiran pasokan.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan emas, kata Detrick.
Risalah rapat kebijakan moneter terbaru The Fed menunjukkan para pejabat hampir bulat sepakat menahan suku bunga, namun masih terbelah mengenai langkah selanjutnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 129,47 poin atau 0,26 persen ke 49.662,66. Indeks S&P 500 bertambah 38,10 poin atau 0,56 persen ke 6.881,32, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 175,25 poin atau 0,78 persen ke 22.753,64.
Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup pada rekor tertinggi, dipimpin saham sektor pertahanan dan perbankan, seiring investor mencermati laporan kinerja dan kabar transisi kepemimpinan di ECB. (Aldo Fernando)