MARKET NEWS

Bursa Asia Variatif saat Wall Street Terkapar, Tarif Trump Tekan Sentimen

TIM RISET IDX CHANNEL 24/02/2026 08:43 WIB

Bursa saham Asia bergerak variatif pada awal perdagangan Selasa (24/2/2026) setelah aksi jual di Wall Street semalam mengguncang investor.

Bursa Asia Variatif saat Wall Street Terkapar, Tarif Trump Tekan Sentimen. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak variatif pada awal perdagangan Selasa (24/2/2026) setelah aksi jual di Wall Street semalam mengguncang investor.

Sentimen tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serta naiknya tensi geopolitik.

Hingga pukul 08.35 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,80 persen seiring pasar Jepang kembali dibuka setelah libur.

Pasar Jepang dan China kembali dari libur pada Selasa, menambah likuiditas di pasar regional.

Shanghai Composite terkerek 0,75 persen, tetapi Hang Seng Hong Kong melemah 1,59 persen.

Indeks KOSPI Korea Selatan terus melaju di kisaran rekor tertingginya, naik 0,94 persen.

Sementara, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen dan STI Singapura turun 1,06 persen.

Dari Negeri Paman Sam, kontrak berjangka (futures) S&P 500 e-mini naik 0,1 persen.

Analis Bernstein dalam laporan risetnya menyebut momentum pasar saham berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap perdagangan bertema AI serta eskalasi ketidakpastian geopolitik dan perdagangan.

Melansir dari Reuters, pada Senin (23/2), Trump memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan dagang yang baru saja dinegosiasikan dengan AS, setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan tarif daruratnya.

Ia mengatakan akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi melalui undang-undang perdagangan lain.

Tarif baru tersebut didasarkan pada Section 122 dari Trade Act 1974, yang memicu kebingungan lebih lanjut di pasar yang tengah berupaya memahami arah kebijakan proteksionis AS.

Semalam, indeks S&P 500 (SPX) turun 1,0 persen dan menghapus kenaikan sepekan terakhir, seiring kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap industri perangkat lunak dan sektor lain mendorong Nasdaq Composite melemah 1,1 persen.

Laporan bernada bearish dari Citrini Research mengenai potensi risiko terhadap ekonomi global turut membebani sentimen investor yang sudah gelisah.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai VIX, naik 1,9 poin menjadi 21,01. (Aldo Fernando)

SHARE