IDXChannel – Fundamental bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada tahun 2026 diproyeksi semakin solid, seiring dengan strategi perseroan untuk fokus memperkuat lini bisnis midstream dan downstream.
Analis RHB Sekuritas, Arandi Pradana, dalam riset terbarunya menyatakan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN pada tahun 2025 berhasil menjaga stabilitas volume niaga dan transmisi, meskipun menghadapi tantangan penurunan alami (natural decline) dari sumur-sumur gas pipa konvensional.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari inisiatif perusahaan dengan kode saham PGAS ini dalam mengamankan pasokan gas nasional melalui integrasi infrastruktur pipa dan Liquefied Natural Gas (LNG) yang dinilai menjadi kunci ketahanan (resilience) bisnis di tengah dinamika transisi energi.
Terciptanya jaminan pasokan (Security of Supply) kepada seluruh sektor pelanggan tersebut menciptakan optimisme atas bisnis PGN pada 2026.
”Kami memproyeksikan volume distribusi gas PGN akan tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi 875 BBTUD pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan industri yang stabil serta penambahan pelanggan baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Arandi dalam risetnya Selasa (24/2/2026).