IDXChannel - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN (PGAS) mencatat kinerja cemerlang pada Januari-Maret 2026. Subholding Gas Pertamina itu membukukan laba bersih USD90,4 juta atau setara dengan Rp1,53 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.
Capaian laba bersih PGN tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD62 juta. Adapun pertumbuhan laba pada kuartal I-2026 ditopang oleh laba kotor yang meningkat 12, seiring dengan penurunan beban pokok sekitar 7 persen (±USD54 juta), serta perbaikan beban keuangan dan selisih kurs.
Sepanjang Januari–Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar USD929,6 juta dan EBITDA sebesar USD240,6 juta. Kinerja pendapatan tetap ditopang oleh core business niaga dan infrastruktur gas bumi yang tetap kuat, di tengah dinamika operasional, termasuk tidak adanya penjualan LNG pada segmen trading internasional pada periode ini. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, dan portofolio bisnis yang seimbang.
Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD. Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama pada menjaga kontinuitas pasokan gas kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro maupun global.
Keandalan infrastruktur PGN tetap terjaga pada level 99,9 persen, menopang layanan kepada lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.