MARKET NEWS

Catat Tanggalnya, MDIY Bayarkan Dividen Perdana 10 Juli

Tim IDXChannel 09/07/2026 10:35 WIB

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akan merealisasikan pembayaran dividen tunai perdana kepada para pemegang saham pada Jumat (10/7/2026).

Catat Tanggalnya, MDIY Bayarkan Dividen Perdana 10 Juli. (Foto: MDIY)

IDXChannel - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akan merealisasikan pembayaran dividen tunai perdana kepada para pemegang saham pada Jumat (10/7/2026).

Seiring dengan itu, pergerakan saham emiten pengelola jaringan ritel MR DIY tersebut tetap menguat setelah melewati cum date sehingga tidak mencerminkan pola dividend trap.

Sesuai jadwal perseroan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi telah berlangsung pada 22 Juni 2026, disusul ex dividen pada 23 Juni dan recording date pada 24 Juni 2026.

MDIY menetapkan dividen tunai sebesar Rp17,62 per saham atau senilai total Rp443,85 miliar, setara 40 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Dengan harga saham saat cum dividen berada di level Rp850, dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 2,07 persen.

Berbeda dengan sejumlah saham yang cenderung terkoreksi setelah cum dividen akibat aksi ambil untung investor, saham MDIY justru bergerak menguat.

Dari posisi Rp850 per unitsaat cum date, harga sahamnya naik 5,88 persen menjadi Rp900 pada penutupan perdagangan Senin (6/7) lalu.

Dengan demikian, pemegang saham sejak cum date tidak hanya memperoleh hak atas dividen, tetapi juga menikmati kenaikan harga saham.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai, penguatan tersebut mencerminkan bahwa perhatian investor terhadap MDIY tidak hanya didorong oleh pembagian dividen.

Menurutnya, prospek ekspansi gerai, pertumbuhan penjualan, dan peningkatan laba masih menjadi faktor utama yang menopang minat pasar.

“Pembayaran dividen MDIY berpeluang menjadi agenda yang berulang setiap tahun sepanjang fundamental perusahaan tetap berkembang. Dengan ekspansi gerai yang masih agresif, pertumbuhan penjualan yang kuat, dan profitabilitas yang terus meningkat, ruang perseroan untuk menjaga kebijakan distribusi dividen ke depan masih cukup terbuka,” ujar Abdul Azis.

Ia juga menilai model bisnis MDIY masih memiliki daya tahan karena menawarkan produk kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

“Model bisnis tersebut relevan karena masyarakat tetap membutuhkan produk kebutuhan harian, sementara preferensi terhadap harga yang kompetitif semakin kuat,” katanya.

Dari sisi kinerja, MDIY membukukan penjualan Rp2,36 triliun pada kuartal I-2026, meningkat dibandingkan Rp1,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha tercatat naik menjadi Rp456,99 miliar dari Rp359,41 miliar.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp305,89 miliar dari Rp225,20 miliar pada kuartal I-2025. Laba per saham juga bertambah menjadi Rp12,14 dari sebelumnya Rp8,94.

Hingga akhir Maret 2026, MDIY mengoperasikan 1.278 gerai MR. DIY di Indonesia. Sebagian besar ekspansi dilakukan ke kota dan kabupaten lapis kedua serta ketiga yang masih memiliki ruang pertumbuhan pada segmen ritel serupa. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE