CBRE Optimistis Rights Issue Berjalan Sesuai Target, Tunggu Pernyataan Efektif OJK
Direktur Utama CBRE, Suminto, mengatakan perseroan saat ini tetap fokus menyelesaikan seluruh tahapan rights issue sesuai ketentuan yang berlaku.
IDXChannel - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) masih melanjutkan proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dan saat ini menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses rights issue tersebut berlangsung di tengah perbaikan sentimen pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan selama dua hari perdagangan berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), IHSG ditutup naik 2,71 persen atau 155 poin ke level 5.902.
Pelaku pasar mencermati sejumlah faktor yang dinilai mendukung sentimen positif, termasuk kepastian kebijakan pemerintah terhadap sektor pertambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa skema gross split hanya berlaku untuk sektor minyak dan gas bumi sehingga tidak berdampak pada sektor mineral dan batu bara.
Selain itu, pasar juga menyoroti potensi relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang dinilai dapat memberikan fleksibilitas operasional bagi perusahaan tambang.
Sejalan dengan perbaikan sentimen tersebut, saham CBRE tercatat menguat dalam dua hari perdagangan terakhir. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), saham CBRE naik 3,70 persen ke level Rp700 per saham.
Direktur Utama CBRE, Suminto, mengatakan perseroan saat ini tetap fokus menyelesaikan seluruh tahapan rights issue sesuai ketentuan yang berlaku.
"Adanya kepastian bahwa sektor minerba tidak terdampak skema gross split serta potensi relaksasi RKAB memberikan keyakinan lebih bagi pelaku industri. Dengan dukungan kondisi pasar yang membaik, kami optimistis proses rights issue CBRE dapat terlaksana sesuai target," ujar Suminto dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Berbagai perkembangan kebijakan di sektor pertambangan berpotensi menjadi faktor pendukung bagi prospek industri. "Namun, pelaksanaan rights issue tetap bergantung pada penyelesaian proses perizinan dan persetujuan regulator," lanjutnya.
CBRE menjelaskan bahwa rights issue tersebut menggunakan laporan keuangan per Desember sebagai dasar pelaksanaan aksi korporasi. Perseroan menargetkan proses rights issue dapat diselesaikan pada Juni 2026 apabila pernyataan efektif dari OJK diperoleh dalam waktu dekat.
Perseroan menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar dan melanjutkan proses rights issue sesuai jadwal yang telah direncanakan.
(Shifa Nurhaliza Putri)