MARKET NEWS

Chandra Asri (TPIA) Buka Suara Soal Kabar Force Majeure Imbas Blokade Selat Hormuz

Rahmat Fiansyah 05/03/2026 13:35 WIB

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membenarkan informasi pemberitahuan kondisi kahar (force majeure) kepada pelanggan menyusul blokade Selat Hormuz.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membenarkan informasi pemberitahuan kondisi kahar (force majeure) kepada pelanggan menyusul blokade Selat Hormuz. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membenarkan informasi pemberitahuan kondisi kahar (force majeure) kepada pelanggan menyusul memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya blokarde Selat Hormuz.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri, Suryandi menilai, pemberitahuan force majeure adalah prosedur umum dalam praktik bisnis global. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk transparansi dan pencegahan timbulnya kerugian yang besar kepada mitra usaha serta pemangku kepentingan. 

Selat Hormuz dinilai sangat vital karena selama ini menjadi jalur distribusi energi dan rantai pasok internasional. Dengan demikian, pemberitahuan kahar umum dilakukan jika terdapat gangguan, termasuk dengan apa yang terjadi di Timteng.

"Pemberitahuan force majeure tidak serta-merta mencerminkan penghentian operasional perusahaan, melainkan bagian dari mitigasi risiko atas dampak situasi eksternal yang semakin berkembang," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Suryandi menegaskan, hingga saat ini kegiatan operasional Chandra Asri masih berjalan sebagaimana mestinya. Namun, perseroan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat dan melakukan evaluasi berkala terhadap potensi implikasi yang dapat menimbulkan gangguan operasional secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang terukur, Chandra Asri menjalankan penyesuaian tingkat operasional (run rates) secara selektif sesuai dengan kondisi pasokan dan kebutuhan produksi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan usaha sert stabilitas pasokan terhadap pelanggan.

"Selain itu, Perseroan memiliki kerangka manajemen risiko dan sistem perencanaan operasional yang dirancang untuk merespons dinamika pasar secara adaptif. Upaya tersebut mencakup diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara prudent, serta penguatan koordinasi dalam rantai pasok guna menjaga fleksibilitas operasional," katanya.

Suryandi menambahkan, perseroan juga melakukan komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan dengan pelanggan, pemasok serta mitra logistik juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keselarasan informasi serta kesiapan dalam mengantisipasi kondisi yang dapat memengaruhi pelaksanaan kewajiban kontraktual. Dalam situasi yang dinamis, Chandra Asri berfokus pada kesinambungan operasional dan ketahanan bisnis dengan tetap melakukan evaluasi berkala atas perkembangan yang terjadi.

Kabar force majeure tersebut menekan kinerja saham Chandra Asri di pasar modal. Dalam empat hari terakhir, harga saham TPIA turun sekitar 23 persen ke level Rp5.350. 

Sementara pada sesi perdagangan siang ini, harga saham emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu itu bergerak stabil di kisaran harga yang sama.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE