sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Chandra Asri (TPIA) Sebut Progres Pabrik CA-EDC Sudah 50 Persen, Ditargetkan Beroperasi Awal 2027

Market news editor Rahmat Fiansyah
20/02/2026 10:25 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. (Foto: Ist)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya PT Chandra Asri Alkali (CAA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 50 persen.

Fasilitas ini memasuki fase puncak konstruksi (peak progress phase) dan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung hilirisasi industri kimia nasional melalui penguatan kapasitas produksi bahan kimia dasar di dalam negeri.

Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, termasuk pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, serta persiapan koneksi kelistrikan sebagai bagian dari tahapan menuju kesiapan operasional.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra mengatakan, fasilitas berskala dunia ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2027. Dia menilai, pabrik CA-EDC merupakan salah satu langkah strategis Chandra Asri Group untuk memperkuat fondasi industri kimia dalam negeri lebih resilien dan terintegrasi. 

"Melalui peningkatan kapasitas produksi bahan kimia strategis di dalam negeri, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui peluang ekspor produk EDC. Kami berharap kehadiran Pabrik CA-EDC ini akan semakin mengukuhkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di Kawasan Asia Tenggara," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement