Selain memperkuat fondasi industri, pengembangan fasilitas ini turut memberikan kontribusi ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Selama fase konstruksi, sekitar 3.000 tenaga kerja telah terserap, dan setelah beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027, diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru.
Proyek ini juga melibatkan UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok dan dukungan operasional secara berkelanjutan. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong partisipasi pelaku usaha lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi di sekitar wilayah operasional.
Pada fase awal operasional, fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik, serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Kapasitas ini dirancang untuk memperkuat pasokan bahan kimia strategis di dalam negeri sekaligu mengoptimalkan peluang pasar regional.
Dalam proyeksi jangka panjang, produksi soda kaustik diperkirakan dapat mensubstitusi impor hingga 827 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar USD 293 juta atau setara Rp4,9 triliun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diperuntukkan bagi pasar ekspor, dengan potensi devisa sekitar USD300 juta atau setara Rp5 triliun per tahun.
(Rahmat Fiansyah)