MARKET NEWS

Data Inflasi hingga Musim Laporan Keuangan Uji Wall Street Pekan Depan

Nia Deviyana 11/01/2026 04:07 WIB

Wall Street berpotensi menghadapi gejolak dalam beberapa hari ke depan seiring dimulainya musim laporan keuangan emiten hingga rilis data inflasi.

Data Inflasi hingga Musim Laporan Keuangan Uji Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengawali 2026 dengan kinerja kuat. Namun, berpotensi menghadapi gejolak dalam beberapa hari ke depan seiring dimulainya musim laporan keuangan emiten, rilis data inflasi terbaru, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Indeks S&P 500 (.SPX) telah menguat hampir 2 persen sepanjang Januari, melanjutkan tren positif setelah indeks acuan tersebut menutup 2025 dengan kenaikan dua digit.

Saham melonjak pada Jumat lalu setelah data ketenagakerjaan yang beragam membuat pelaku pasar mempertahankan ekspektasi akan pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Namun, sejumlah pejabat The Fed yang lebih hawkish berpendapat pemangkasan suku bunga dapat memperlambat atau bahkan membahayakan upaya menurunkan inflasi yang masih berada di atas target.

Data pasar tenaga kerja terbaru tampaknya memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek pada level saat ini.

Sementara itu, dimulainya kembali pemangkasan suku bunga pada Juni dipandang sebagai skenario yang jauh lebih mungkin.

Data yang dirilis Jumat menunjukkan, perusahaan-perusahaan di AS hanya menambah 548.000 lapangan kerja sepanjang 2025, jauh menurun dibandingkan sekitar 2 juta pada 2024. 

Jumlah penganggur yang mencari pekerjaan selama lebih dari enam bulan, kini lebih dari seperempat total penganggur. Sementara jumlah pekerja paruh waktu yang sulit mendapatkan pekerjaan penuh waktu meningkat tajam dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Risiko condong ke arah meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja ke depan,” tulis para ekonom Pantheon Macro. 

Mereka menilai tekanan untuk pelonggaran kebijakan moneter The Fed akan berlanjut, bahkan selama Powell masih menjabat, dengan peluang pemangkasan suku bunga secepatnya pada Maret. Namun, pelaku pasar saat ini melihat peluang pemangkasan pada bulan tersebut masih di bawah 30 persen.

Masih banyak data yang akan dirilis sebelum Powell mengakhiri masa jabatannya pada 15 Mei, termasuk revisi acuan data pasar tenaga kerja bulan depan yang secara luas diperkirakan menunjukkan pertumbuhan perekrutan lebih lambat dibandingkan laporan sebelumnya.

Wakil Ketua Evercore ISI, Krishna Guha, menilai, dengan berbagai sentiment tersebut, kemungkinan besar The Fed akan menahan suku bunga hingga Juni, ketika pemangkasan pertama akan dilakukan di bawah ketua baru.

(NIA DEVIYANA)

SHARE