IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,23 persen ke level Rp16.725 per USD pada akhir perdagangan Jumat (2/1/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah didorong sentimen Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember, yang dirilis pada hari Selasa lalu menunjukkan pejabat The Fed yang terpecah.
Beberapa pejabat Federal Reserve (Fed) mengatakan, suku bunga tidak berubah untuk sementara waktu setelah komite melakukan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini.
“Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, Rusia dan Ukraina saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun ada pembicaraan intensif yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.