sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Menguat 0,23 Persen Sepekan di Tengah Tekanan Fiskal dan Data Ekonomi AS

Market news editor Anggie Ariesta
15/02/2026 12:12 WIB
Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif dengan menguat terhadap dolar AS dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Rupiah Menguat 0,23 Persen Sepekan di Tengah Tekanan Fiskal dan Data Ekonomi AS. (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Menguat 0,23 Persen Sepekan di Tengah Tekanan Fiskal dan Data Ekonomi AS. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif dengan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Melansir data Bloomberg, meskipun rupiah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) di pasar spot sedikit melemah 0,05 persen ke level Rp16.836, namun secara mingguan mata uang Garuda tercatat menguat 0,23 persen dari posisi Rp16.876 pada Jumat sebelumnya.

Kondisi serupa terlihat pada kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), di mana rupiah menguat 0,25 persen dalam sepekan ke level Rp16.844 per dolar AS, meskipun secara harian mengalami koreksi tipis 0,10 persen.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini terjepit di antara sentimen global dan domestik. Di Amerika Serikat, data penjualan ritel Desember yang melemah mengindikasikan pendinginan pengeluaran konsumen.

Namun, laporan ketenagakerjaan Januari justru menunjukkan ketangguhan yang mengejutkan. Data Nonfarm Payrolls (NFP) melonjak 130.000, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 70.000.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement