sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

9 Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah, Masih di Bawah 1x, Intip Daftar Emitennya

Market news editor Kurnia Nadya
18/02/2026 14:29 WIB
Oleh sebab ramai diperdagangkan, tidak mengherankan bila saham-saham terasosiasi konglomerat kini mencatatkan price to book value yang tinggi.
9 Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah, Masih di Bawah 1x, Intip Daftar Emitennya. (Foto: Freepik)
9 Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah, Masih di Bawah 1x, Intip Daftar Emitennya. (Foto: Freepik)

IDXChannel—Simak deretan saham konglomerasi dengan PBV rendah. Dalam satu tahun terakhir, saham yang berkaitan dengan grup konglomerat menjadi primadona di kalangan investor ritel. 

Banyak di antaranya mencatatkan pertumbuhan harga secara signifikan sepanjang 2025 sebelum akhirnya terkoreksi tajam usai MSCI mengumumkan peringatan tentang transparansi data pemegang saham pada 28 Januari 2026.

Namun, usai terkoreksi tajam, saham-saham konglomerat yang menurun itu telah kembali aktif diperdagangkan. Bahkan kini mencatatkan rebound dengan pergerakan harga positif. 

Oleh sebab ramai diperdagangkan, tidak mengherankan bila saham-saham terasosiasi konglomerat kini mencatatkan price to book value yang tinggi. Sebagai contoh, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang kini PBV-nya 107,69 kali. 

Atau PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan PBV 24,94 kali, yang artinya saham milik Hapsoro ini diperdagangkan 24,94 kali lebih mahal dibanding harga wajarnya, yakni Rp59,13 per saham. 

Price to book value adalah rasio valuasi yang mengukur apakah harga saham perusahaan mahal atau murah bila dibandingkan dengan nilai wajarnya. Rasio ini umum dipakai untuk mengukur apakah harga pasar suatu saham sudah mahal atau masih undervalued

Secara teori, jika PBV suatu saham adalah 1x atau di bawah 1, berarti harga pasar saham tersebut masih murah. Sebab harganya masih di bawah nilai wajarnya. Sebaliknya, semakin besar angka PBV, semakin mahal harga saham dibandingkan dengan nilai wajarnya. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement