IDXChannel – Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu (11/2/2026). Hal itu terjadi setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat memperlambat pemotongan suku bunga.
Tiga indeks utama Wall Street memulai sesi dengan catatan yang kuat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi mereka dalam lebih dari seminggu setelah laporan penggajian yang dipantau ketat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS yang jauh lebih cepat dari perkiraan pada Januari, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen.
Namun, kenaikan mereda karena pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap pemotongan suku bunga. Meskipun para pelaku pasar masih mengharapkan setidaknya satu pemotongan 25 basis poin pada Juni, probabilitas bahwa suku bunga akan tetap stabil pada bulan itu meningkat menjadi 41 persen dari 24,8 persen, menurut data terbaru dari alat FedWatch CME Group.
Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI), turun 66,74 poin, atau 0,13 persen menjadi 50.121,40, S&P 500 (.SPX) turun 0,34 poin menjadi 6.941,47, dan Nasdaq Composite (.IXIC), turun 36,01 poin, atau 0,16 persen menjadi 23.066,47.
Saham dengan penurunan persentase terbesar di Dow yaitu International Business Machines (IBM.N), Saham yang paling banyak naik adalah Caterpillar (CAT.N), yang naik 4,4 persen setelah Argus Research secara tajam menaikkan target harga saham tersebut menjadi USD820 dari USD625.