sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah

Market news editor Febrina Ratna Iskana
11/02/2026 06:43 WIB
Wall Street berakhir mixed pada Selasa (10/2/2026) dengan Dow Jones menyentuh rekor baru. Salah satu faktornya investor mencermati laporan ekonomi yang melemah.
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah. (Foto: AP Photo)
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah. (Foto: AP Photo)

IDXChannelBursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, berakhir mixed pada Selasa (10/2/2026) karena investor mencermati laporan ekonomi yang melemah. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena para pedagang membeli obligasi setelah data ekonomi dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat penutupan rekor baru, naik 0,1 persen menjadi 50.188,14 poin. Indeks saham unggulan ini pada Jumat lalu mencapai level bersejarah 50.000 untuk pertama kalinya, dan terkonsolidasi di atasnya pada Senin.

Sementara itu, indeks acuan S&P 500 turun 0,4 persen menjadi 6.940,01 poin, dan NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,6 persen menjadi 23.102,47 poin.

"Hari ini pergerakan pasar saham beragam, dengan S&P 500 terhenti di ambang rekor tertinggi baru. Sektor semikonduktor, yang memimpin reli ekuitas beberapa hari lalu, mengalami aksi ambil untung hari ini," kata kepala strategi pasar di Jones Trading, Michael O’Rourke, kepada Investing, seperti dikutip Rabu (11/2/2026).

"Grup software dan layanan mencoba memperpanjang kenaikannya hingga tiga hari, tetapi momentumnya memudar. Broker dan manajer kekayaan melakukan aksi jual setelah adanya laporan tentang penawaran perencanaan pajak berbasis AI baru dari Altruist," sambungnya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement