sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah

Market news editor Febrina Ratna Iskana
11/02/2026 06:43 WIB
Wall Street berakhir mixed pada Selasa (10/2/2026) dengan Dow Jones menyentuh rekor baru. Salah satu faktornya investor mencermati laporan ekonomi yang melemah.
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah. (Foto: AP Photo)
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah. (Foto: AP Photo)

Tanda-tanda pendinginan inflasi atau pasar tenaga kerja yang lebih lunak dapat memperkuat harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar di akhir 2026.

Sebelumnya, penjualan ritel untuk Desember dirilis pada Selasa. Angka utama tidak berubah secara bulanan (M/M), di bawah perkiraan kenaikan sebesar 0,4 persen. Penjualan ritel inti juga tidak berubah secara bulanan (M/M), meleset dari konsensus kenaikan sebesar 0,4 persen.

"Suku bunga anjlok setelah pagi hari yang menampilkan beberapa data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan yang meningkatkan peluang tiga kali pemotongan suku bunga The Fed tahun ini," kata ekonom senior di Interactive Brokers, José Torres.

"Angka-angka buruk memang merupakan kabar baik bagi investor hari ini, karena penurunan imbal hasil tersebut mendukung perdagangan siklikal, memicu kelanjutan rotasi pasar dengan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor baru, menandai sesi ketiga berturut-turut indeks acuan mencapai puncak baru," tambahnya.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun 6 basis poin menjadi 4,138 persen, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 2 tahun yang lebih sensitif terhadap suku bunga turun 3 basis poin menjadi 3,452 persen.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement