IDXChannel - Wall Street atau Bursa saham AS sebagian besar ditutup menguat pada hari Rabu, setelah data inflasi konsumen bulan Juli tercatat sesuai ekspektasi, sehingga mendorong para pedagang untuk menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Sementara itu, harga minyak bergerak fluktuatif setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz, di saat Iran menegaskan kembali kendalinya atas jalur perairan vital tersebut.
Dilansir dari laman Investing Kamis (13/8/2026), indeks acuan S&P 500 naik 0,3 persen dan ditutup pada level 7.749,19 poin, sedangkan indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,5 persen dan berakhir di posisi 26.588,49 poin. Indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average berakhir sedikit di bawah level datar pada angka 53.770,16 poin.
Pada hari Rabu, perhatian tertuju sepenuhnya pada laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Juli. Data ini dirilis setelah laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan sehingga memicu penyesuaian cepat terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk bulan September.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, CPI umum naik tipis 0,1 persen secara bulanan (M/M) pada bulan Juli, setelah turun 0,4 persen pada bulan Juni, namun melandai secara tahunan (Y/Y) menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen. CPI inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,2 persen secara bulanan setelah tidak mencatat perubahan pada bulan Juni, serta melambat secara tahunan menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen. Keempat indikator tersebut sesuai dengan perkiraan.