Setelah data CPI, angka Indeks Harga Produsen (PPI) bulan Juli akan dirilis pada hari Kamis. Meskipun kedua indikator tersebut banyak dipantau, The Fed lebih memilih untuk memantau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) guna mengukur inflasi. Komponen-komponen dari CPI dan PPI turut menjadi bahan perhitungan bagi PCE.
Bagi Federal Open Market Committee (FOMC), angka-angka sesuai perkiraan ini kemungkinan memberikan ruang lebih luas untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil, terutama setelah laporan ketenagakerjaan yang lemah pada hari Jumat.
Bahkan, alat CME FedWatch menunjukkan peluang FOMC mempertahankan suku bunga tetap pada bulan September meningkat menjadi 62 persen setelah laporan CPI dirilis, naik dari sebelumnya 54 persen.
"Menurut pendapat saya, data hari ini membuat kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil. Angka inflasi inti sebesar 2,5 persen bergerak perlahan ke arah yang tepat. Ada lebih banyak alasan untuk meyakini bahwa angka inflasi non-inti akan turun di masa mendatang berkat penyelesaian masalah dengan Iran yang menurunkan harga minyak.
Data ketenagakerjaan pekan lalu menunjukkan kelemahan yang lebih besar daripada perkiraan banyak pihak," ujar Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel, kepada Investing.com.